Acehraya.co.id – Menurut prediksi para ahli, dalam dua dekade mendatang spesies orangutan Kalimantan dan Sumatra terancam punah. Ini akibat pembukaan hutan dan juga perburuan liar hewan malang tersebut. Padahal, orangutan berperan penting menjaga kelestarian ekosistem hutan.

Setiap tanggal 19 Agustus dunia memperingati sebagai Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day). Bukan tanpa sebab, kemarin ditetapkan untuk membangun kesadaran masyarakat bumi terhadap populasi kera besar ini yang berstatus hampir punah.

Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam konservasi orangutan di dunia, karena sebagian besar populasi orangutan yang masih bertahan hidup hingga saat ini berada di wilayah Republik Indonesia. Bisa dibilang saat ini, orangutan di habitat aslinya benar-benar hanya bisa ditemukan di Kalimantan dan Sumatra saja.

Sebagai informasi, orangutan merupakan satu-satunya dari empat golongan kera besar yang hidup di Asia, sementara tiga kerabat lainnya, yaitu; Gorila, Chimpanzee dan Bonobo hidup di benua Afrika. Orangutan pun merupakan primata yang sangat cerdas, mampu menginovasi alat bantu dan memiliki kemampuan belajar yang tinggi.

Seperti manusia, ya? Jangan heran, orangutan memiliki 97% DNA yang sama dengan manusia! Sama seperti orangutan, manusia pun tergolong dalam keluarga primata. Karena itu, kita dan orangutan bersaudara.

Terdapat dua jenis orangutan, yaitu orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang penyebarannya terbatas pada bagian utara Sumatera dan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus), yang masih terdapat di beberapa tempat yang merupakan kantong-kantong habitat di Sabah dan Sarawak terutama di daerah rawa gambut serta hutan di dataran rendah di bagian barat daya Kalimantan antara Sungai Kapuas dan Sungai Barito (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah), serta sebelah timur Sungai Mahakam ke arah utara (Provinsi Kalimantan Timur dan Sabah). [wh]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY