Acehraya.co.id – Coklat olahan yang diproduksi di Bandar Baru, Pidie Jaya, Provinsi Aceh mulai dilirik konsumen di pasar nasional, kata Manajer Pabrik Socolatte Irwan.

“Alhamdulillah hingga saat ini coklat yang diproduksi di Pidie Jaya dengan merek dagang socolatte mulai kebanjiran order dari luar Aceh seperti dari Sumatera Utara (Medan) dan Jakarta,” katanya.

Dijelaskannya, Pabrik socolatte yang dikelolanya tersebut merasa kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen baik dari dalam provinsi maupun di luar Provinsi Aceh, karena mesin yang dimiliki saat ini sangat terbatas.

“Mesin produksi yang kami miliki saat ini cukup terbatas sehingga belum mampu menyanggupi seluruh permintaan konsumen yang ada di seluruh kawasan,” katanya.

Dikatakan dia, pabrik coklat yang ada di Pidie Jaya tersebut sehari mampu memproduksi sepuluh kilogram coklat yang terdiri dari coklat batangan ukuran besar sekitar 145 batang dan coklat batangan ukuran kecil 300 batang.

Selain menghasilkan coklat batangan, pabrik coklat yang ada di Pidie Jaya juga telah mampu mengolah susu socolate (susu bubuk), dodol coklat dan minuman berbahan coklat.

“Semua hasil coklat yang diolah tersebut bahan bakunya dibeli dari petani yang ada di Pedie Jaya,” katanya.

Irwan mengatakan, untuk pemasaran pihaknya tidak mengalami kendala sebab para konsumen mulai mencari coklat yang diproduksi dari Pidie Jaya tersebut.

“Socolatte memiliki cita rasa yang khas sehingga banyak konsumen yang terpikat akan coklat olahan dari salah satu daerah sentral kakao di Aceh,” katanya.

Pihaknya berharap produksi pengolahan kakao yang ada di Kabupaten Pidie Jaya tersebut dapat terus berkembang dalam upaya memenuhi permintaan konsumen di pasaran.

“Kami berharap adanya mesin yang mampu memproduksi coklat dalam jumlah besar dan ini hanya dapat diwujudkan dengan hadirnya investor,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah investor yang ada di nusantara juga ada yang mulai melirik coklat olahan yang dihasilkan dari Aceh tersebut, sebab selain memiliki cita rasa yang khas Pidie Jaya merupakan salah satu sentra komoditas kakao di Aceh. [acp]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY