3 Faktor Utama Pemekaran Kabupaten Aceh Raya

2190
Konsep tata ruang ibu kota Kabupaten Aceh Raya. (Yasien Alfie Putra)

Acehraya.co.id – Isu tentang pemekaran kabupaten baru di Aceh sudah lama terdengar oleh masyarakat yang berada di sebelah barat Aceh Besar. Ialah kabupaten Aceh Raya, yang namanya sudah sampai ditelinga para anggota DPR Aceh selama beberapa bulan ini.

Terakhir, menurut info yang berkembang dari beberapa media di Aceh, isu tentang kabupaten Aceh Raya sudah sampai tahap di tingkat DPR Aceh. Meskipun begitu, masih terdapat beberapa kalangan yang menilai bahwa kabupaten ini masih harus berada di bawah kabupaten Aceh Besar.

Adalah H.M Dahlan Sulaiman, salah satu inisiator untuk Pemekaran kabupaten Aceh Raya yang sampai saat ini masih berjuang untuk kesejahteraan masyarakat yang berada di daerah pesisir barat Aceh Besar ini.

Ketika Acehraya.co.id mencoba menemui dikediamanya yang berada di kawasan Peukan Bada, Aceh Besar, Dahlan Sulaiman yang juga sibuk dengan beberapa usahanya masih saja menyempatkan diri untuk terus berjuang agar tercapainya kabupaten Aceh Raya. “Meskipun saya sibuk dengan usaha yang saya punya, namun untuk memperjuangkan kabupaten Aceh Raya ini masih tetap kami lakukan demi kesejahteraan masyarakat yang berada di pesisir barat Aceh Besar”, Ujar Dahlan Sulaiman.

Menurut Dahlan Sulaiman, ada beberapa faktor yang menyebabkan kami (masyarakat pesisir Aceh Besar) untuk segara mendirikan Kabupaten sendiri dengan nama Kabupaten Aceh Raya. Baginya, ada tiga faktor yang sangat memungkin kabupaten Aceh Raya ini berdiri sendiri.

Masalah rentang kendali menjadi faktor utama yang menjadi isu politik untuk berdirinya kabupaten Aceh Raya ini. “Ketika ibu kota Aceh Besar itu di Jantho, Para masyarakat yang berada di sebelah barat Aceh Besar yang dulunya ada 5 kecamatan dan sekarang menjadi 7 kecamatan, dimananya ketujuh kecamatan itu adalah kecamatan Darul Kamal, Darul Imarah, Lhoong, Leupung, Lhoknga, Peukan Bada, dan Pulo Aceh ini merasa asing dengan Jantho, karena jaraknya terlalu jauh” Ungkap Dahlan Sulaiman kepada Acehraya.co.id.

Dahlan sulaiman juga menambahkan bahwa ada beberapa contoh untuk masalah rentang kendali ini, “Dimana, ketika seorang keuchik mengambil honor ke jantho dari lhoong yang hanya Rp 300.000 per 3 bulan sekali, lebih banyak habis ongkos ketimbang honor keuchik tersebut. Jadi, itu menjadi tidak etis dengan kenyataannya. Begitu juga dengan urusan-urusan lain dalam masalah kepentingan sosial masyarakat maupun ekonomi yang letaknya terlalu jauh”.

Lalu, yang menjadi faktor kedua agar kabupaten Aceh Raya berdiri adalah masalah geografis. Menurut Dahlan Sulaiman, kabupaten Aceh Raya ibarat Negara Banglades dan Pakistan. Dimana dulunya Banglades merupakan bagian dari Negara Pakistan, namun dipisahkan oleh Negara India.

“Begitu juga dengan ini, Barat dan Timur Aceh Besar dipisahkan oleh Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, masalah geografis menjadi pertimbangan kenapa masyarakat wilayah Barat Aceh Besar ingin mendirikan kabupaten Aceh Raya” tambah Dahlan Sulaiman.

Dan yang menjadi faktor terakhir kenapa harus terwujudnya pemekaran untuk Kabupaten Aceh Raya adalah masalah Sumber Pendapatan Daerah. Dahlan Sulaiman menjelaskan bahwa dalam pengamatannya, Pemda Aceh Besar tidak pernah membuka atau menggali sumber Pendapatan Baru yang disebut dengan PAD.

“hampir 80% PAD Aceh Besar itu bersumber dari bagian Barat Aceh Besar. Terutama adalah dari 2 sarang burung walet yang berada di kecamatan Lhoknga. Yang mana penghasilannya untuk 1 sarang burung walet saja mencapai 1 milyar rupiah/tahun. Kemudian dari pabrik Semen Andalas, Galian C, sumbangan Pihak Ketiga dll.” Ujar Dahlan Sulaiman.

Dahlan Sulaiman juga menambahkan, Untuk restribusi laut wilayah barat Aceh Besar termasuk salah satu yang menyumbang PAD bagi kabupaten Aceh Besar. “Sampai saat ini dari informasi yang saya peroleh, restribusi laut juga menjadi salah satu primadona yang menjadi PAD bagi Aceh Besar. Padahal menurut saya, untuk wilayah timur dan utara Aceh Besar sebenarnya bukan tidak ada, tapi tidak digali. Mungkin saja lebih besar dari yang ada disebelah barat. Jadi, ka mangat (jadi, sudah enak) dan kami pun sebenarnya bagian barat ini juga bisa meningkatkan”.

Menurutnya, kawasan Darul Imarah juga menjadi sumber PAD bagi Aceh Besar. Dimana, kawasan tersebut menjadi Penyumbang PBB terbesar bagi Aceh Besar. “Oleh karena itu, supaya sumber pendapatan daerah itu sehat, mumpung undang-undang memungkinkan bisalah wilayah barat pisah dengan Aceh Besar”. Tutup Dahlan Sulaiman. [cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY