Indonesia menjadi sasaran berikutnya dari Ransomware

472

Acehraya.co.id – Diantara negara-negara yang menjadi incaran virus penyandera alias ransomware, nama Indonesia belum termasuk dalam daftar teratas. Tapi jangan terlena. karena virus ini bukan tidak mungkin di masa depan menjadikan Indonesia sebagai sasaran empuk.

Ransomware berkembang sebagai virus yang mampu mengenkripsi file untuk mengelabui pengguna komputer, kemudian kini beralih ke ponsel pintar dan wearable device agar mereka mau membayar tebusan yang mereka inginkan.

“Indonesia sejauh ini memang masih nomor 41 dunia, belum daftar teratas. Tapi trennya sedang menuju ke sana,” ujar Halim Santoso, Director System Engineering Symantec ASEAN. kepada sejumlah media, di Jakarta.

Ransomware telah menyebar secara global, menurut  Symantec, 11 dari 12 negara teratas yang terkena ransomware dalam 12 bulan yang lalu merupakan anggota langsung atau tidak langsung organisasi G20. Negara yang paling tinggi terinfeksi adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Italia.

Kendati Indonesia tak berada di dalamnya, Indonesia yang merupakan salah satu negara paling cepat dalam mengadopsi penggunaan perangkat teknologi, khususnya mobile, tentu saja menjadi sasaran empuk ransomware.

Karakteristik ransomware yang ada di Android dan Android Wear, kata Halim, juga sangat mirip dengan yang ada di desktop. Pengguna tak bisa menghilangkannya bahkan ketika di-reset atau di-factory reset sekalipun.

Halim menambahkan, “Satu-satunya cara adalah melakukan pencegahan. Maka biasakan untuk mem-back up file-file penting. Masalahnya, 55 persen orang tidak pernah back up file, 25 persen hanya sebagian, dan 20 persen tidak pernah sama sekali.”

“Sejak awal kemunculannya 2004 lalu, virus ini hanya dalam satu bulan berhasil meminta tebusan US$ 36 ribu. Angka itupun melonjak jadi US$ 1,1 juta dalam enam bulan,” katanya sembari menegaskan kebanyakan uang tebusannya berupa bitcoins.

sumber : [cnn indonesia]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY