Made In Made Akan Tampil Di Bokor River Internasional Reggae

689
Band Reggae Asal Aceh, Made In Made akan tampil di event Bokor River Internasional Reggae.

Acehraya.co.id – Sanggar Bathin Galang, Desa Bokor Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali menggelar event besar yakni Bokor River Internasional Reggae, yang akan dilaksanakan bulan Oktober 2015 mendatang. Ini merupakan kesempatan besar bagi para pecinta Reggae di seluruh dunia.

“Insya Allah kegiatan ini akan kami gelar pada 28 hingga 29 Oktober 2015 mendatang, juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” ungkap Ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi SSos, kepada Wartwan, Rabu (11/3/2015).

Kata Sopandi juga, Bupati Kepulauan Meranti, sangat senang dan menyambut baik atas kegiatan yang akan digelar itu, dan Bupati juga berharap agar kegiatan itu bisa dikemas dengan baik.

“Bupati sangat mendukung kegiatan ini, selain sebagai kesenian, juga sebagai wadah untuk mempromosikan Meranti pada umumnya, dan Desa Bokor yang merupakan Daerah wisata budaya khususnya di mata dunia,” tuturnya.

Disamping itu juga, kata Sopandi, dalam memaksimalkan perhelatan Bertaraf dunia yang akan digelar itu, dari panitia juga sudah mengirimkan undangan ke peserta yang akan mengikuti event besar tersebut melalui Email, serta mempersiapkan proposal sponsor.

“Pihak panitia sudah mengirimkan undangan ke peserta melalui Email, dan mengenai Proposal Sponsor akan dipersiapkan, tidak hanya itu mengenai penginapan nantinya, para tamu maupun peserta yang datang dari luar dan dalam negara akan dilakukan penginapan Home Stay di rumah penduduk,” pungkas Sopandi.

Tak tangung-tanggung kata Sopandi, dari panitia sudah melayangkan undangan ke beberapa group Reggae sedunia seperti Ja gwaa dari Malaysia, Tony Rankin dari Amerika, Drumm Cafe Nairobi dari, kenya, Mahagenta dari Jakarta, Black Coffe Ice dari Palembang.

Forum kompang dari Batam, Made In Made dari Aceh, Galarasta dari Makasar, Kongkrit Genggaman dari Pekanbaru, Gonggong Addict Group, Masia One & The Irietones dari Singapura, Reggaeneration dari Makassar, dan untuk peserta lainnya akan menyusul.

“Mudah-mudahan dengan digelarnya kegiatan ini, merupakan sebagai wadah berekspresi dalam bermain musik, serta dapat mempromosikan Kabupaten Kepulauan Meranti di mata dunia,” harapnya.

Bukan tidak hanya itu tambah Sopandi , walaupun Reggae bukan musik asli Indonesia, tapi Reggae ini sebagai musik yang memiliki unsur tradisi, menghasilkan alunan musik yang berkolaborasi antara musik Tradisi dengan Musik Modern. [pelitariau]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY