KBRI Malaysia : 20 Orang Selamat, 24 Tewas, Sisanya Masih Dicari

760
Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno

Acehraya.co.id – Operasi SAR yang dikoordinir Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) terus dilanjutkan untuk mencari korban kapal tenggelam di daerah Sabak Bernam. Hingga kabar ini dibuat, telah ditemukan lagi satu korban laki-laki selamat sehingga total korban selamat berjumlah 20 orang terdiri dari 19 laki-laki dan satu perempuan. Belum diketahui nama orang tersebut.

Sebanyak 18 laki-laki yang diselamatkan sebelumnya saat ini ditempatkan di APMM Klang, sedangkan satu perempuan dan satu lelaki yang baru ditemukan masih dirawat di Rumah Sakit Teluk Intan.

Para korban yang selamat pada musibah kapal tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia. ©AP/dpa
Para korban yang selamat pada musibah kapal tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia. ©AP/dpa
Para korban yang selamat dari perisiwa kapal tenggelam di Selat Malaka, Malaysia dituntun oleh Polis Diraja Malaysia. ©EPA/Astroawani
Para korban yang selamat dari perisiwa kapal tenggelam di Selat Malaka, Malaysia dituntun oleh Polis Diraja Malaysia. ©EPA/Astroawani

Sedangkan untuk korban meninggal, sejak Kamis (3/9/2015) malam terdapat temuan sembilan jenazah lagi sehingga total jenazah yang telah ditemukan berjumlah 24 jenazah terdiri dari 19 perempuan dan lima pria.

Seluruh jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Ipoh untuk proses post-mortem. Diperkirakan masih terdapat korban lagi yang akan ditemukan mengingat pengakuan korban selamat jumlah total penumpang sekitar 70 orang.

Anggota Polis Diraja Malaysia menurunkan mayat yang dipercayai warga Indonesia saat ditemukan dalam musibah kapal tenggelam di Selat Malaka, Malaysia. ©EPA/Astroawani
Anggota Polis Diraja Malaysia menurunkan mayat yang dipercayai warga Indonesia saat ditemukan dalam musibah kapal tenggelam di Selat Malaka, Malaysia. ©EPA/Astroawani

Untuk proses identifikasi di Rumah Sakit Ipoh, terdapat satu jenazah yang berhasil dikenali oleh keluarga atas nama Winda Mandasari (24) asal Medan. Proses identifikasi dilakukan langsung oleh suami almarhumah bernama Amiruddin. Sesuai permintaan ahli waris, Satgas akan membantu proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

Tim SAR yang hingga saat ini masih melakukan pencarian dan penyelamatan menyampaikan dengan mengerahkan 7 kapal APMM, 3 kapal Angkatan Laut Malaysia, 1 kapal Polisi Malaysia dan 3 pesawat terbang. Satgas KBRI KL saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan APMM guna memonitor operasi penyelamatan.

Laksamana Pertama (Maritime), Mohd Aliyas Hamdan menunjukan posisi kapal tenggelam kepada awak media ©Astroawani/Shahir Omar
Laksamana Pertama (Maritime), Mohd Aliyas Hamdan menunjukan posisi kapal tenggelam kepada awak media di Malaysia ©Astroawani/Shahir Omar

KBRI KL telah membuka hotline khusus di nomor +60193309114 dan +60193345114. Untuk memudahkan proses identifikasi, kepada keluarga yang menduga sanak saudaranya ikut dalam kapal nahas, diharapkan dapat mengirimkan photo melalui whatssapp ke nomor hotline tersebut atau melalui email hermono@kemlu.go.id atau judha.nugraha@kemlu.go.id.

Sampai saat ini, terdapat 20 keluarga yang menghubungi KBRI KL karena diduga anggota keluarganya ikut naik dalam kapal yang nahas tersebut. Satgas telah berkoordinasi dengan APMM dan Rumah Sakit Ipoh untuk menindaklanjuti informasi pihak keluarga tersebut.

Sore hari tadi, Duta Besar Herman Prayitno telah bertemu dengan para korban selamat di APMM Klang. Pada kesempatan tersebut, Duta Besar memberikan dukungan moril serta bantuan logistik berupa pakaian dan makanan. [kbri kuala lumpur/cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY