Abdul Muthaleb, Selalu Tertawa Meskipun Terus Berjalan

452

Acehraya.co.id – Siang ini, pengunjung tampak ramai di salah satu warung kopi di Banda Aceh. Namun, beda halnya dengan salah seorang pramusaji yang tampak sibuk sana sini untuk menanyakan pesanan bagi pengunjung yang baru saja datang ke warung kopi ini.

Adalah Abdul Muthaleb, anak muda yang berasal dari sigli dan merupakan salah seorang pramusaji yang sudah 2 tahun lebih bekerja di salah satu warung kopi yang cukup ramai dan terkenal di Banda Aceh saat ini.

Abduli Muthaleb saat melayani pesanan pelanggan (IST)
Abduli Muthaleb saat melayani pesanan pelanggan (IST)

Saat acehraya.co.id menjumpainya, Abdul yang akrab di panggil “NYAK atau CHEEK (Kecil)” oleh para tamu yang mampir untuk sekedar minum kopi atau bersantai disela-sela kesibukannya masing-masing.

Ternyata jauh sebelum dia bekerja sebegai pramusaji di warung kopi ini, abdul sempat bekerja sebagai pramusaji di salah satu rumah makan yang berada di kota Banda Aceh. “Iya, dulu sebelum bekerja sebagai pramusaji di warung kopi, saya juga sempat bekerja sebagai pramusaji di salah satu rumah makan di Banda Aceh. Sekitar 2 tahun saya bekerja disana” ujar Abdul kepada acehraya.co.id.

Bagi Abdul, bekerja sebagai pramusaji bukanlah cita-citanya. Namun, nasib berkata lain. Dengan niat meringankan beban dan membantu orang tua yang berada di kampung, abdul yang kini sudah punya penghasilan sendiri, terkadang juga mengirimkan uang dari hasil jerih payahnya bekerja untuk orang tua yang berada di kampung.

“Alhamdulillah, sekarang sudah ada gaji sendiri. Cukuplah untuk membantu meringankan beban orang tua dan adik-adik saya yang berada di kampung”  tambah Abdul sambil tersenyum.

Abdul juga mengatakan, mungkin sebagai orang menganggap bekerja sebagai pramusaji itu mudah, namun itu berlaku untuk warung kopi yang tidak terlalu besar. Karena, tidak membutuhkan banyak tenaga. “Saat awal bekerja sebagai pramusaji di warung kopi ini, cukup melelahkan, karena harus jalan terus. Sampai-sampai kalau dihitung jalan saya selama sehari saja 5-8 km”. tambahnya sambil tertawa.

Terkadang ada kalanya dia harus rela tertawa atau sekedar tersenyum untuk menarik pelanggannya agar kembali datang ke warung kopi tempat di bekerja selama ini. Karena itu akan menambah nilai plus dari karakteristik tentangnya. “Walaupun terkadang lagi sakit saat bekerja, namun kita sebagai pramusaji harus tetap tersenyum dan tertawa agar pengunjung senang akan kehadiran kita di warung kopi”.

Terakhir Abdul mengatakan, bahwa dia punya cita-cita ingin menjadi seorang pengusaha dan punya warung kopi milik sendiri. “Semoga selama saya bekerja disini, bisa menambah pengalaman saya untuk menjadi seorang pengusaha dan punya warung kopi sendiri” tutup abdul seraya berkata amin. [cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY