Selain Rp3,8 M, Ahli Waris Korban Crane Juga Dapat Jatah Haji

569
Duta Besar Arab Saudi Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak menyampaikan keterangan pers mengenai musibah crane di Masjidil Haram. (Foto: Dika/Okezone)

Acehraya.co.id – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bin Saud menyampaikan belasungkawa dan memberikan santunan kepada semua korban tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Jumat, 11 September 2015. Musibah itu menewaskan 111 jemaah Haji termasuk diantaranya 11 jemaah Haji dari Indonesia.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak, dalam keterangan pers di Jakarta Jumat (18/9/2015), pemberian santunan tersebut akan disalurkan oleh otoritas terkait Arab Saudi dengan detail sebagai berikut:

Untuk korban meninggal dunia, santunan sebesar SAR1 juta atau sekira Rp3,8 miliar akan diberikan kepada pihak keluarga. Jumlah yang sama juga akan diberikan kepada para korban yang menderita luka parah dan mengalami cacat fisik akibat kejadian nahas tersebut. Sedangkan bagi korban yang mengalami cedera ringan dan cedera lainnya santuanan yang disalurkan berjumlah SAR500 ribu (Rp1,9 miliar).

Selain santunan tersebut, Raja Salman juga mengundang dua orang keluarga korban musibah crane Masjidil Haram untuk menjalankan ibadah haji pada tahun depan. Mereka akan berhaji sebagai tamu kerajaan. Undangan serupa juga diberikan kepada korban cedera yang tidak dapat menyelesaikan ibadah hajinya tahun ini karena kesehatannya tidak memungkinkan. Mereka akan diberi kesempatan sebagai tamu kerajaan untuk melaksanakan hajinya di tahun 1437H mendatang.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan akan memberikan visa kunjungan khusus dan menanggung kedatangan keluarga korban crane yang diharuskan tinggal di rumah sakit di Arab Saudi karena kesehatannya. Hal tersebut dimaksudkan agar mereka dapat merawat anggota keluarganya yang terluka selama sisa musim Haji tahun ini.

Meski santunan diberikan, Raja Salman menyampaikan bahwa keluarga korban boleh melakukan penuntutan hak khusus mereka kepada pengadilan yang menangani masalah tersebut. Keluarga para korban dapat menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh atau Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) jika memang ingin melakukan tuntutan untuk hak khusus tersebut. [okezone]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY