Kabut Asap Di Aceh, Hentikan Aktivitas Pelayaran

740
Kabut asap tebal menyelimuti kawasan pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar. (AFP PHOTO / Chaideer Mahyuddin)

Acehraya.co.id – Setelah beberapa pekan kabut asap menghilang dari kota Banda Aceh, akhirnya mulai sore tadi (19/09/2015), fenomena kabut asap kiriman dari berbagai provinsi seperti Riau, Jambi dan lainnya, kembali menyelimuti kota Banda Aceh, Aceh Besar dan sabang.

Hasil pantauan dari Acehraya.co.id, kabut asap yang terjadi di kota Banda Aceh dan Aceh Besar, sangat menganggu aktivitas pelayaran seperti yang terlihat di kawasan Pelabuhan malahayati, seperti foto yang diambil oleh CHAIDEER MAHYUDDIN fotografer gettyimages.

Kabut asap menyelimuti kawasan pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, mulai sore tardi (19/09/2015). Kabut asap kiriman ini, merupakan kabut asap yang berasal di kebakaran hutan di Riau, Jambi dan Palembang (AFP PHOTO / Chaideer Mahyuddin)
Kabut asap menyelimuti kawasan pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, mulai sore tardi (19/09/2015). Kabut asap kiriman ini, merupakan kabut asap yang berasal di kebakaran hutan di beberapa provinsi di sumatera, seperti Riau, Jambi dan Palembang (AFP PHOTO / Chaideer Mahyuddin)

Kepala Seksi Informasi dan Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Zakaria mengatakan sejak dua hari yang lalu kabut asap kembali menyelimuti wilayah Aceh.

Kabut asap yang merupakan kiriman dari titik api di Palembang dan Jambi menurutnya telah terjadi sejak siang kemarin, Jum’at (18/9). Namun kemarin jarak pandang masih berjarak sekitar 1 kilometer.

Dikatakan, pantauan pihak BMKG Aceh, titik kabut menyelimuti wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Pihaknya menghimbau agar warga menggunakan masker.

Akibat kabut asap tersebut, penerbangan melalui bandara Malikussaleh Lhokseumawe mulai terganggu, karena jarak pandangnya mencapai 3.000 meter, untuk bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, penerbangan masih normal dan jarak pandangnya mencapai 8.000 meter, Meulaboh mencapai 6.000 meter dan Kota Sabang mencapai 8.000 meter.

Sejumlah kapal neyalan ikan dan kapal barang terpaksa menghentikan aktivitas pelayarannyadikarenakan
Mulai sore tadi (15/09/2015) sejumlah kapal neyalan dan kapal barang di pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, terpaksa menghentikan aktivitas pelayarannya. Dikarenakan tebalnya kabut asap yang menyelimuti kawasan Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang (AFP PHOTO / Chaideer Mahyuddin)

Secara geografis Kota Lhokseumawe memang sangat berdampak terhadap kabut asap ini, begitu juga dengan penerbangan sudah ada peringatan akibat jarak pandang yang cukup terbatas,” tutur Zakaria.

Kabut asap yang melanda wilayah Aceh belum berdampak bagi jarak pandang untuk wilayah laut dan kondisinya masih normal. Meskipun demikian, para nelayan saat melaut juga harus lebi hati-hati.

Ia mengatakan diperkirakan sepekan ke depan akan terjadi hujan ringan sampai sedang di wilayah Provinsi Aceh secara umum, karena ada terjadi tekanan udara rendah di wilayah Laut China Selatan dan Teluk Benggala.

“Semoga dengan adanya turun hujan tersebut, kabut asap bisa menjadi berkurang dan kondisinya bisa normal kembali,” kata Zakaria. [cb/beritasatu]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY