Siswa Muslim Pembuat Jam “Bom”, Di Undang Ke Gedung Putih

470
Ahmed Mohamed 14 tahun asal Texas yang ditangkap karena jam buatannya disangka bom (AP Photo/LM Otero)

Acehraya.co.id -Seorang siswa muslim ditangkap karena membuat jam “bom” dan membawanya ke sekolah. Dia sangat senang karena diundang ke Gedung Putih. Pemuda bernama Ahmed Mohamed itu mengaku tidak kapok membuat inovasi, meski mendapat perlakuan diskriminasi.

Pemuda yang merupakan imigran asal Sudan tersebut ditangkap Kepolisian Irving, Texas, AS setelah menduga jam yang dibawanya ke Sekolah Menengah Atas (SMA) MacArthur merupakan sebuah bom. Awalnya, Ahmed memang sempat takut. Tapi, insiden tersebut tidak akan membuatnya kapok.

“Ini bukan penemuan pertama saya dan bukan menjadi yang terakhir,” kata Ahmed, dalam sebuah program bertajuk Good Morning America, sebagaimana diberitakan The Telegraph, Jumat (18/9/2015).

Setelah gambar Ahmed ditangkap muncul di media sosial, tanda pagar #IStandWithAhmed pun langsung menjadi pembicaraan. Sebanyak satu juga orang membagikan tanda pagar tersebut ke media sosial. Bahkan, termasuk calon Presiden AS Hillary Clinton.

Ahmed mengatakan sampai saat ini, Kepolisian Irving belum mengembalikan jam buatannya tersebut. Praktis, pemuda berusia 14 tahun tersebut tidak dapat membawa jam tersebut ke Gedung Putih.

“Saya berharap, segera bertemu dengan Obama. Dengan kerendahan hati, saya ingin jam itu kembali,” tambahnya.

Obama Undang Siswa Muslim Pembuat Jam “Bom” ke Gedung Putih

residen Amerika Serikat Barack Obama mengapresiasi karya Ahmed Mohamed dan mengundangnya ke Gedung Putih. Ahmed adalah seorang remaja yang ditangkap kepolisian Texas, Amerika, karena dikira membawa bom ke Sekolah Menengah Atas MacArthur di wilayah Irving.

Padahal, benda tersebut merupakan jam hasil buatannya. Ia membawa jam tersebut untuk ditunjukkan kepada guru bidang teknologi di sekolahnya itu.

Mengapresiasi hasil karya Ahmed, Obama menulis di akun Twitter-nya bahwa jam buatan Ahmed “keren”. Ia menambahkan, seharusnya lebih banyak anak yang menyukai sains seperti Ahmed.

Seperti diberitakan, pada Senin 14 September 2015 waktu setempat, Ahmed ditangkap dan diinterogasi oleh polisi karena jam buatan yang ia bawa ke sekolah diduga merupakan bom rakitan. Padahal, Ahmed membawa jam tersebut untuk diperlihatkan kepada guru teknologi.

Guru lain yang melihat, menduga bahwa jam yang dibawa Ahmed merupakan bom rakitan. Kemudian, para guru menghubungi polisi untuk menangkap siswa tersebut.

Setelah beredar kabar penangkapan tersebut, reaksi keras bermunculan di media sosial dengan tagar #IStandWithAhmed. Ahmed akhirnya dilepaskan karena tak ada tuduhan yang dikenakan kepadanya.

Sementara itu, pihak sekolah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka segala apa pun yang mencurigakan akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kami selalu bertanya kepada siswa dan staf untuk segera melapor bila melihat ada sesuatu atau ada tingkah laku yang mencurigakan,” seperti dilansir BBC, Kamis (17/9/2015).

Terkait kabar penangkapan anaknya, Ayah dari Ahmed yakni Mohamed Elhassan asal Sudan mengatakan bahwa putranya hanya ingin berkarya.

“Ia hanya ingin membuat sesuatu yang bagus. Tapi karena namanya Mohamed dan karena kejadian 11 September, maka putra saya mendapatkan perlakuan tak layak,” ungkapnya.

Merespons pernyataan ayah Ahmed, Dewan Hububungan Amerika-Islam mengatakan bahwa kecurigaan ayah Ahmed mungkin tepat. “Saya rasa ini tidak akan dipertanyakan bila namanya bukan Ahmed Mohamed,” kata Alia Salem, anggota dewan setempat. [okezone]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY