Diduga Sengaja Bakar Hutan, Polda Riau Selidiki 2 Perusahaan

555
Hingga Kini Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Belum Bisa Ditanggulangi Optimal (Aktual)

Acehraya.co.id – Setelah menangkap Direktur PT Langgam Inti Hibrindo Frans Katihokang selaku tersangka pembakaran lahan seluas 533 hektar di lahannya sendiri, kini polisi tengah menyelidiki 2 perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang disinyalir sebagai pelaku pembakar lahan.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com. Dikatakannya, 2 perusahaan yang sedang diselidiki Polres Inhil tersebut yakni PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Bina Duta Laksana (BDL).

“Belum ada penetapan tersangka terhadap kedua perusahaan (PT SRL dan PT BDL) tersebut. Namun jika minimal ada dua alat bukti, status kedua perusahaan itu akan dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan,” ujar Guntur, Minggu (20/9).

Sejak bulan Januari hingga saat ini, kata Guntur, jajaran Polda Riau melalui seluruh Polres memproses 45 laporan polisi terkait kasus kebakaran lahan dan hutan. “Dari laporan itu, kami menetapkan 48 orang sebagai tersangka, termasuk 1 koorporasi yakni PT LIH, Direkturnya inisial FK sudah kita tahan,” jelas Guntur.

Dijelaskan Guntur, di Polres Bengkalis hingga saat ini menetapkan 5 orang tersangka. Tiga orang diantaranya sudah disidang, dan 2 tersangka lain masih proses pemberkasan.

“Sedangkan Polres Siak menetapkan 4 orang sebagai tersangka, berkas perkaranya sudah lengkap (P21) semuanya. Dan siap untuk disidangkan,” terang Guntur

Polres Indragiri Hulu, menetapkan 8 orang petani sebagai tersangka karhutla, 5 berkas masih dilengkapi, sedangkan 2 berkas dinyatakan sudah P21, dan siap untuk disidangkan.

Sementara itu, Polres Indragiri Hilir tengah memproses 10 laporan polisi dan menetapkan 8 orang sebagai tersangka, 3 berkas sudah lengkap, sedangkan 7 berkas perkara masih proses pemberkasan. Ditambah 2 perusahaan yang masih diselidiki yakni PT SRL dan PT BDL

Untuk Polres Pelalawan dengan 6 laporan polisi, ditetapkan 7 orang tersangka. Rinciannya, 2 berkas masih proses pemberkasan, dan 4 kasusnya sudah dinyatakan lengkap.

“Polres Rokan Hilir tetapkan 5 orang tersangka, 4 berkasnya sudah P21, sedangkan 1 berkasnya masih proses penyidikan untuk pemberkasan. Sedangkan Polres Kepulauan Meranti menetapkan 1 orang tersangka, berkasnya masih tahap 1,” kata dia.

Sementara untuk Polres Dumai, polisi menetapkan 2 orang tersangka pembakar lahan, berkas keduanya sudah lengkap dan siap untuk disidangkan. Sama halnya dengan Polres Kampar, yang juga menetapkan 2 orang tersangka yang tertangkap tangan membakar lahan beberapa waktu lalu, keduanya masih proses penyidikan.

“Polres Rokan Hulu menetapkan 5 orang tersangka kebakaran lahan, berkasnya masih penyidikan, 1 orang tersangka masih buron,” jelas Guntur.

Sedangkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menetapkan PT LIH sebagai tersangka kebakaran dilahannya sendiri seluas 533 hektar. Diduga, perusahaan yang disebut-sebut milik Sandiaga Uno itu tidak ada niat untuk memadamkan api sehingga polisi menilai perseroan itu lalai. Tak ayal, sang Direkturnya bernama Frans Katihokang langsung ditangkap dan dijebloskan ke tahanan Polda Riau.

“Luasan lahan yang terbakar dan dapat diamankan Polda Riau yakni 1248,18 hektare,” pungkas Guntur. [merdeka]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY