Jamaah Haji Asal Aceh Dapat 1.200 Riyal Dari Warisan Habib Bugak Asyi Dari Mekkah

2081
Jamaah Haji di Makkah (Ketiknews.com)

Acehraya.co.id – Setiap jemaah haji Indonesia dibekali biaya hidup /uang saku selama berada di tanah suci berupa uang tunai sebesar 1.500 riyal dari pemerintah Indonesia yang diambil dari biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Namun khusus untuk jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Aceh, setibanya di Aceh tahun ini mereka mendapat tambahan 1.200 riyal atau setara Rp 4,6 juta (1 real = Rp3.800).

Tambahan ini berkat saudagar aceh Habib Bugak Asyi yang mewakafkan rumahnya di dekat Masjidil Haram pada lebih dari 100 tahun yang lalu. Rumah itu dikelola menjadi penginapan sehingga mendatangkan untung dan sebagian keuntungannya dikembalikan ke orang Aceh.

Sebenarnya banyak jamaah haji asal Aceh yang sudah pernah mendengar hal tersebut. Namun tak menyangka angkanya cukup besar untuk tahun ini.

Habib Bugak (Buja’) datang ke Makkah tahun 1223 hijriah dan membeli tanah berada di samping Masjidil Haram tepatnya sekitar daerah Qusyasyiah yang sekarang berada di sekitar Bab Al Fath. Saat itu masa Kerajaan Ustmaniah.

Habib Bugak Asyi kemudian mewakafkan tanah beliau dihadapan Hakim Mahkamah Mekkah untuk disalurkan kepada warga Aceh.

Kemudian sekitar 25-30 tahun yang lalu, karena ada perluasan Masjidil Haram di masa Raja Malik Sa’ud bin Abdul Aziz. Rumah Habib Buja terkena proyek itu. Karenanya, rumah ini pun kena gusur dan Kerajaan Arab Saudi memberi ganti rugi.

Oleh Nazhir (pengurus wakaf), uang penggantian itu digunakan untuk membeli dua lokasi lahan yang letaknya masih di Makkah juga di daerah Ajyad, 500 dan 700 meter dari Masjidil Haram. Tanah itu kemudian menjadi aset wakaf hingga sekarang ini.

Harta yang di wakaf (Al-Mawquf) sekarang telah mencapai nilai triliyunan rupiah berupa sebuah tanah yang dibangun hotel berbintang (Funduk Ajyad) 25 lantai serta menara (Burj Ajyad) setinggi 28 tingkat yang mampu menampung sekitar 7000 jama’ah. Hotel berbintang tersebut dibangun oleh pengusaha Malaysia, tidak kurang Rp. 25 Milyar per tahun dikembalikan kepada Pemerintah Aceh melalui Pengelola Harta Wakaf tersebut yang ada di Mekkah.

Habib Bugak Asyi telah mewakafkan harta bendanya di Jalan Allah SWT demi kemaslahatan warga Aceh di Tanah Mekkah. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah subhanahu wa ta’ala dan tak pernah terputus pahalanya hingga akhir zaman. [cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY