Kroasia Akan “Paksa” Hungaria Terima Para Pengungsi

748
Keluarga imigran bercengkrama di jalan setelah melewati perbatasan secara ilegal dari Serbia, dekat Asotthalom, Hungaria ((REUTERS/Laszlo Balogh)

Acehraya.co.id – Pasca ditutupnya perbatasan oleh Hungaria pada minggu lalu, akhirnya Kroasia dipenuhi oleh para pengungsi yang terus berdatangan. Hal itu seperti disebutkan oleh Perdana Menteri Kroasia, Zoran Milanovic mengatakan negaranya tidak bisa menghambat pengungsi yang ingin pindah ke Eropa Barat.

“Meskipun kami menerima para pengungsi, namun Kroasia memiliki kapasitas terbatas, hanya bisa mencoba untuk menampung pengungsi sebanyak mungkin,” kata Zoran Milanovic, Kamis (17/9/2015)”, ujarnya seperti dikutip dari situs bbc.

Sedikitnya 13.000 pengungsi telah memasuki Kroasia dalam dua hari terakhir, setelah Hongaria menutup perbatasannya dan menghalangi pengungsi untuk menuju rute ke Uni Eropa.

Ribuan pengungsi menunggu untuk menyeberang perbatasan dari Serbia ke Tovarnik, Kroasia (MSF)
Ribuan pengungsi menunggu untuk menyeberang perbatasan dari Serbia ke Tovarnik, Kroasia (MSF)

Bentrokan pecah di dua lokasi di perbatasan Hongaria dengan Serbia, karena pengungsi semakin frustrasi setelah menunggu dalam waktu lama, agar mereka bisa melewati Serbia dan masuk ke Hongaria.

Massa sempat menerobos garis polisi di Tovarnik dan Batina, Serbia. Pejabat Kroasia mengumumkan penutupan jalan-jalan menuju ke tujuh penyeberangan yang berbatasan dengan Serbia.

Polisi Kroasia berdiri di samping kereta yang akan membawa 1.000 migran menuju Hongaria (strstr/ AFP/ Getty Images)
Polisi Kroasia berdiri di samping kereta yang akan membawa 1.000 migran menuju Hongaria (strstr/ AFP/ Getty Images)

Menteri dalam negeri Kroasia, Ranko Ostojic mengatakan, bahwa negaranya benar-benar penuh dengan pengungsi. Pengungsi tiba dengan kereta api di sebuah kota Kroasia dekat perbatasan Hongaria dan mereka diinapkan di bekas pangkalan militer.

Dilaporkan BBC, Jumat (18/9/2015), Para pemimpin Uni Eropa akan mengadakan pertemuan puncak darurat pekan depan untuk membahas krisis pengungsi ini.

Kroasia “Paksa” Hungaria Terima Pengungsi

Pemerintah Kroasia akan memaksa Hungaria untuk menerima para pengungsi dengan cara mengirimkan kembali para migran ke perbatasan Hungaria. Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Kroasia, Zoran Milanovic kepada sejumlah media di Eropa.

Kroasia mengatakan, pada Jumat (18/09/2015), pihaknya mulai mengarahkan kembali ribuan migran di wilayahnya menuju Hongaria di saat negara itu bergelut menghadapi gelombang migran yang mencari kehidupan baru di Eropa barat.

Ketika ditanya apakah pihak berwenang Zagreb akan memindahkan para migran ke Hongaria, Perdana Menteri Zoran Milanovic mengatakan, “Pilihan apa lagi yang kita punya? Ini tindakan yang sah.”

“Hongaria telah menutup perbatasannya dengan memasang pagar kawat, itu bukan solusi, tapi orang-orang ini berada di Kroasia juga bukan solusi,” katanya. Ia memperingatkan bahwa negara Balkan itu tidak akan menjadi “tempat berbahaya” dalam krisis migran.

Letak Hungaria yang berdekatan dengan Kroasia. Membuat Hungaria harus menerima para pengungsi (bbc)
Letak Hungaria yang berdekatan dengan Kroasia. Membuat Hungaria harus menerima para pengungsi (bbc)

Ketika ditanya kemungkinan Kroasia mengarahkan para migran ke Slovenia, Milanovic mencatat bahwa “Hongaria tiga kali lebih dekat.”

Perdana menteri itu mengatakan bahwa Zagreb menerapkan “rencana kedua” dan bahwa proses pendaftaran migran akan menjadi “lebih fleksibel.”

Tentara Hungaria dan polisi berjaga-jaga saat para migran turun dari bus di Beremend dekat perbatasan Hungaria - Kroasia (Laszlo Laufer/Getty Images)
Tentara Hungaria dan polisi berjaga-jaga saat para migran turun dari bus di Beremend dekat perbatasan Hungaria – Kroasia (Laszlo Laufer/Getty Images)

Ia juga mengkritik ketidakmampuan Uni Eropa dalam mencari solusi terhadap krisis migran terbesar yang dihadapi Eropa sejak Perang Dunia II itu.

“Masalah ini adalah hasil ketidakmampuan Eropa untuk menyelesaikan apa yang harusnya sudah diselesaikan sejak lama, di perbatasan antara Turki dan Yunani,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Kroasia Ranko Ostojic mengatakan bahwa dengan adanya 13.000 migran yang telah memasuki negara itu sejak Rabu, Kroasia sudah tidak mampu menerima lebih banyak migran, demikian AFP.

Tentara Hungaria dan polisi berjaga-jaga saat para migran turun dari bus di Beremend dekat perbatasan Hungaria - Kroasia (Laszlo Laufer/Getty Images)
Tentara Hungaria dan polisi berjaga-jaga saat para migran turun dari bus di Beremend dekat perbatasan Hungaria – Kroasia (Laszlo Laufer/Getty Images)

Tanggapan Kroasia terhadap Uni Eropa mengenai krisis migran, sempat membuat kebingungan diantara negara-negara Uni Eropa. Karena menurut Zoran Milanovic di Zagreb, awalnya Uni Eropa akan menyambut para pengungsi dengan tangan terbuka.

“Dulu, pada awal-awal kedatangan para pengungsi ke Eropa, Uni Eropa mengatakan akan menyambut mereka dengan tangan terbuka. Namun, setelah para pengungsi melalui beberapa negara-negara di Eropa, kenapa ada negara yang buru-buru menutup perbatasan dengan pagar kawat?” ujarnya seperti dilansir dari bbc.

Menurutnya dengan tidak diterimanya para pengungsi di Hungaria, maka akan membuat Hungaria mendapat penilaian buruk di mata Eropa. “Kalau Hungaria, tidak mau menerima pengungsi ini, maka kami akan terus memaksa untuk diterima. Karena kalau tidak, maka Uni Eropa yang akan turun untuk menindak lanjutinya”, tutupnya. [cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY