Cristiano Ronaldo Gandeng Bocah Suriah Ke Madrid

1562
Zaid dan sang ayah Osama Abdul Mohsen. Sebuah kisah perjuangan yang sangat menginspirasi. Dari Suriah, Dijegal kamerawan Hungaria sampai akhirnya di Gandeng Cristiano Ronaldo ke Madrid

Acehraya.co.id – Masih ingat dengan kejadian seorang jurnalis Hungaria yang menendang seorang imigran Suriah yang sedang menggendong anaknya hingga jatuh. Anak tersebut dan ayahnya kini sudah selamat sampai di Spanyol dan menjadi teman Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo menggandeng Zied Almohsa, salah satu pengungsi Suriah, ke dalam lapangan sebelum mengalahkan Granada 1-0, Sabtu (19/9/2015). (Mashable.com)
Cristiano Ronaldo menggandeng Zied Almohsa, salah satu pengungsi Suriah, ke dalam lapangan sebelum mengalahkan Granada 1-0, Sabtu (19/9/2015). (Mashable.com)

Ada cerita menarik di balik kemenangan 1-0 Real Madrid atas Granada, Sabtu (19/9/2015). Sebelum laga dimulai, Madrid menampilkan kepedulian mereka terhadap pengungsi Suriah lewat kaos bertuliskan El Futbol Profesional Con Los Refugiados.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kata-kata di kaos Madrid berarti pesepak bola profesional bersama para pengungsi. Bukan hanya itu, Madrid juga mengajak salah seorang anak pengungsi bernama Zaid ke dalam lapangan. Aksi itu pun mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari penonton.

Uniknya, Zaid masuk ke lapangan bersama mega bintang Madrid, Cristiano Ronaldo. Ronaldo menggandeng Zaid ke dalam lapangan dan mendapat sambutan meriah dari para penonton di Santiago Bernabeu.

“Terima kasih Real Madrid, terima kasih Spanyol atas kesempatan ini,” kata sang ayah Esama Abdul Mohsen seperti dikutip Fox Sports.

Laga Real Madrid vs Granada dalam lanjutan La Liga di Santiago Bernabeu, Sabtu (19/9/2015) malam WIB menyisakan kisah haru yang menginspirasi. (Mashable.com)
Laga Real Madrid vs Granada dalam lanjutan La Liga di Santiago Bernabeu, Sabtu (19/9/2015) malam WIB menyisakan kisah haru yang menginspirasi. (Mashable.com)

Pemandangan ini mengundang perhatian dunia lantaran Zaid merupakan anak dari Osama Abdul Mohsen, pengungsi korban kekerasan yang dilakukan seorang kamerawan televisi asal Hungaria saat menerobos masuk ke Budapest.

Petra Lazlo, nama juru kamera itu, bekerja di stasiun lokal N1TV yang dimiliki oleh kelompok sayap kanan anti imigran, Partai Jobbik. (Reuters/Marko Djurica)
Petra Lazlo, nama juru kamera itu, bekerja di stasiun lokal N1TV yang dimiliki oleh kelompok sayap kanan anti imigran, Partai Jobbik. (Reuters/Marko Djurica)

Seperti diketahui, Zaid (7) bersama sang ayah menjadi korban ‘penjegalan’ yang dilakukan kameramen perempuan, Petra Laszlo.

Kejadian tersebut bermula saat Mohsen dan keluarganya mengungsi dari kampung halamannya di Deir-al-Zour, Suriah timur ke Jerman. Saat berlari menyelamatkan diri dari kejaran aparat di perbatasan Hungaria-Serbia, Mohsen yang saat itu menggendong anaknya tiba-tiba jatuh tersungkur karena dijegal Laszlo.

Sontak, aksi Laszlo yang terekam kameramen lain menuai reaksi keras dari berbagai kalangan di penjuru dunia. Kabarnya, ia sudah dipecat oleh stasiun televisi tempatnya bekerja, N1TV.

Zeid bersama sang ayah Osama Abdul Mohsen di ruang piala Club Real Madrid, Spanyol. (Real Madrid)
Zaid dan  sang ayah Osama Abdul Mohsen bersama presiden Real Madrid di ruang piala Club Real Madrid, Spanyol. (Real Madrid)

Namun bagi Mohsen, semua masa kelam itu sudah berlalu. Kini ia sudah mendapat tempat tinggal dan pekerjaan di sekolah pelatih sepak bola Cenafe di Madrid.

Sebelumnya, Osama dan Zaid juga mendapat kesempatan mengunjungi latihan Madrid. Mereka merupakan salah satu korban pengungsi yang mendapat bantuan langsung dari Madrid.

Zeid dan Osama Abdul Mohsen saat bersama para pemain Real Madrid di lapangan latihan (bbc)
Zaid dan Osama Abdul Mohsen saat bersama para pemain Real Madrid di lapangan latihan (bbc)

Sejumlah laporan menyebut Madrid sudah mendonasikan bantuan untuk para pengungsi konflik Suriah sepanjang bulan September. Kabarnya, nilai bantuan itu mencapai angka satu juta euro. [cb/foxsport]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY