Para Raja Di Aceh Berkumpul, Ribuan Warga Berdesakan Untuk Melihat

735
Raja Daya, T Saifullah didampingi Panglima Kerajaan dan para raja bawahan menuju makam leluhurnya saat prosesi tradisi Seumuleng yang dilakukan di komplek makam Raja-raja Kerajaan Daya, Desa Daya, Kecamatan Lamno, Aceh Jaya, Minggu 28 Oktober 2012. Upacara adat itu adalah warisan tradisi Negeri Daya.

Acehraya.co.id – Ribuan warga memadati lokasi Seumeuleung (memuliakan raja) di Makam Poeteumeureuhom Desa Glee Jong, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya, Sabtu (26/9/2015).

Sebagian dari warga berdatangan melihat raja-raja yang datang dari sejumlah kabupaten di Aceh.

“Para pengunjung selain melihat raja juga ingin menikmati lokasi wisata di kawasan Makam Poeteumeureuhom,” kata tokoh masyarakat Lamno, Nisfu Syakban kepada Tribunnews.com.

Bagi yang belum tahu apa itu Seumeuleung, tradisi ini merupakan adat memuliakan raja yang dilaksanakan turun menurun setiap tahun.

Tradisi ini mulai dilaksanakan sejak 1480 Masehi, setiap hari ketiga Idul Adha.

Rangkaian acara Seumeuleung antaranya berisi memberikan makanan atau “menyulang” kepada Raja Daya dan raja-rajalainnya yang diundang dalam acara tersebut

Nasi yang di suap kepada Raja di sebut dengan Bu Ulee (Nasi kepala) dibawakan oleh dua orang dayang, dalam sebuah dalông (sejenis tempayan) dan disuapi kepada sang Pewaris Tahta.

Dalam upacara adat ini, semua jenis makanan yang disajikan merupakan hasil alam yang diperoleh oleh masyarakat Lamno yang dibawakan secara sukarela tanpa patokan jumlah. [tribunnews.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY