PPIH Arab Saudi Sampaikan Perkembangan Data Terkini Musibah Mina

2291
Sejumlah jajaran PPIH Arab Saudi sedang berkoordinasi terkait musibah di Mina. (KBRI Arab Saudi)

Acehraya.co.id – “Data terkini yang dihimpun dari fakta di lapangan sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 13.00 WAS dapat disampaikan kepada masyarakat di Tanah Air,”–Makkah, 25 September 2015 Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat.

Musibah Mina yang terjadi pada Kamis (24/09) merenggut korban. Banyak jemaah haji meninggal dunia dan cidera ketika akan menuju tempat pelontaran jumrah Aqabah. Kejadian tersebut menjadi perhatian Indonesia dan dunia internasional. Ucapan belasungkawa yang tulus mengalir dari para tokoh dan ulama.

Pemerintah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di bawah komando Menteri Agama sekaligus Amirull Hajj terus melakukan kunjungan dan pemantauan atas perkembangan terkini peristiwa tersebut. Prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi menjadi pedoman agar keluarga jemaah haji dan masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi lain. Menteri Agama menghimbau agar mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah berdasar pada data dan fakta, ini penting untuk menjaga situasi dan psikologi jemaah haji, keluarga dan masyarakat di Tanah Air.

Hari ini, Jumat (25/09) pemerintah kembali menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan data atas musibah Mina kemarin.

Data terkini yang dihimpun dari fakta di lapangan sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 13.00 WAS dapat disampaikan kepada masyarakat di Tanah Air.

1. Data jemaah meninggal dunia yang sebelumnya dirilis berjumlah 2 orang atas nama Busyaiyah Saleh Abdul Gafar (50) Asal Kalimatan Barat Kloter BTH 14 serta Hamid Atwii Tarji Rofia (51) asal Probolinggo yang tergabung dalam kloter SUB 48. Bertam­bah 1 orang yang identitasnya masih dilakukan crosschek dengan pihak terkait baik rumah sakit mapun maktab. Petugas PPIH Daker Mekkah telah menghubungi keluarga korban meninggal.

2. Jemaah yang dilaporkan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 07.00 WAS, sebanyak 225 orang dengan data sebagai berikut:

a. Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang

b. Kloter SUB 48 sebanyak 19 orang

c. Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang

Belum bisa dipastikan mereka termasuk korban peristiwa Mina atau tidak. Ada beberapa alasan jamaah belum kembali ke pemondokan. Misalnya, sedang beribadah ke Masjidil Haram, tersesat, berkunjung ke kerabatnya di maktab lain, dan sebagainya.

3. Jemaah cedera akibat peristiwa Mina tersebut saat ini tercatat sebanyak enam orang. Mereka kini sedang dirawat di rumah sakit Arab Saudi, yaitu:

a. Zulaiha Alam dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306305 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

b. Ubaid bin Komaruddin dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745300 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

c. Ending bin Rukanda dari kloter JKS 61 dengan nomor paspor B0745297 saat ini dirawat di RSAS Jizrul Mina.

d. Arninda Idris dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1307797 saat ini dirawat di RSAS King Abdullah.

e. Fadillah Nurdin dari kloter BTH 14 dengan nomor paspor B1306258 saat ini dirawat Klinik 107 Makkah.

f. Yusniar Abdul Malik dari kloter MES 7 dengan nomor paspor B1060451 saat ini dirawat di RSAS Al Nur.

4. PPIH Arab Saudi telah menghubungi para keluarga korban. Sebagai wakil dari pemerintah, PPIH Arab Saudi menyampaikan turut prihatin dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya para jemaah haji korban peristiwa Mina tahun 1436H/2015M.

5. PPIH Arab Saudi terus berupaya mencari para jemaah korban peristiwa Mina saat akan melontar jumrah, dengan cara:

a. Menginventarisir data jemaah dari para Ketua Kloter yang diduga pada waktu tersebut, melintas di sekitar kejadian;

b. Melakukan penyisiran jemaah yang dirawat di seluruh rumah sakit Arab Saudi di kota Makkah.

6. Bersama ini PPIH Arab Saudi juga menghimbau agar jemaah mematuhi jadwal melontar jumrah yang sudah diinformasikan kepada para ketua kloter, ketua regu, dan ketua rombongan. Hal ini untuk menghindari resiko akibat kepadatan jemaah.

7. Informasi selanjutnya terkait korban peristiwa Mina akan disampaikan sesegera mungkin. [rilis/cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY