BNPT Dan Pegiat Internet Di Aceh Siap Gelar Workshop Damai Di Dunia Maya

553
Ilustrasi serangan terorisme melalui dunia maya (Google)

Segenggam Asa di Bumi Serambi Mekkah Untuk Wujudkan Tahun Damai di Dunia Maya BNPT

Banda Aceh, 29 September 2015, Bumi Serambi Mekah, bencana Tsunami, Martunis, Masjid Raya Baiturahham, Syariat Islam, mungkin itulah sekelumit hal yang dapat disebutkan untuk menggambarkan apa itu Aceh. Ya, Banda Aceh di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan segala pusat pemberitaan yang terjadi kepadanya terlebih setelah musibah Gempa Tsunami yang terjadi di penghujung tahun 2004 yang lalu kini telah berganti wajah dengan segala dinamika kependudukan, social, dan budaya, namun tetap tidak meninggalkan unsur religiusitasnya dalam kerangka Syariah Islam yang sudah mengakar pada warganya.

Ketika mundur agak jauh ke belakang, mungkin banyak yang mengetahui akar perkembangan pergerakan radikalisme di aceh, terlebih dengan gerakan DI/TIInya dan yang paling actual dengan Gerakan Aceh Merdekanya (GAM), Namun khusus terkait dengan teknologi, perkembangan jaman telah membawa kelompok radikal terorisme saat ini selangkah lebih maju dengan memanfaatkan perkembangan teknologi melalui dunia maya untuk menyebarkan propaganda yang berisi pesan-pesan negative, kekerasan, dan kebencian yang mengancam kedamaian dan kesatuan NKRI sebagai sebuah Negara yang berdaulat untuk menarik simpati masyarakat, merekrut anggota baru dan memecah belah persatuan dengan rajin mengumbar pesan dan konten negative di dunia maya. Meskipun secara kuantitatif jumlah mereka saat ini masih sangat kecil, namun faktanya dunia maya seakan penuh sesak dengan konten-konten negative tersebut.

“Workshop Tahun Damai di Dunia Maya Dalam Pencegahan Terorisme” pada hari Selasa 29 September 2015 di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. (Twitter @onikaka)
“Workshop Tahun Damai di Dunia Maya Dalam Pencegahan Terorisme” pada hari Selasa 29 September 2015 di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. (Twitter @onikaka)

Terkait dengan hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai instansi pemerintah yang secara kelembagaan memiliki tugas dan wewenang untuk mengatasi permasalahan ini mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap penyebaran konten negative tersebut agar tidak menular ke masyarakat, khususnya generasi muda penerus bangsa. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, BNPT telah mencanangkan tahun 2015 ini sebagai “Tahun Damai di Dunia Maya” dan sebagai langkah konkretnya dari pencanangan tersebut BNPT menyelanggarakan “Workshop Tahun Damai di Dunia Maya Dalam Pencegahan Terorisme” pada hari Selasa 29 September 2015 di Kota Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, yang merupakan rangkaian acara dari kegiatan yang sudah dilakukan di kota-kota lainnya seperti Jakarta, Bandung, Makasar, Pekanbaru, Bima, Palembang serta medan dan masih akan berlanjut ke beberapa kota lainnya di Indonesia sampai akhir tahun 2015 ini

Untuk mendukung kegiatan workshop ini, BNPT juga telah berupaya untuk memberikan wawasan tandingan terhadap konten-konten negative yang telah beredar luas di dunia maya dengan menyediakan 2 ( dua ) website yaitu www.damailahIndonesiaku.com yang bersifat informative dan www.jalandamai.org yang bersifat edukatif dan selain kedua situs tersebut BNPT juga membentuk sebuah portal damai yang dapat diakses melalui www.damai.id sebagai media penghubung antar komunitas dan kelompok masyarakat dalam membentuk jejaring damai di dunia maya dengan harapan melalui portal ini seluruh pengguna akan saling terhubung antara pengguna yang satu dan pengguna lainnya sehingga mampu menciptakan gerakan sinergis dan massive untuk mewujudkan dunia maya sebagai wadah yang sehat, damai dan mencerahkan. Melalui portal ini juga generasi muda diharapkan dan dituntut untuk menyalurkan ide dan kreatifitasnya dalam bentuk artikel karikatur maupun tulisan tulisan yang edukatif dan interaktif dalam rangka meramaikan dan memenuhi dunia maya dengan narasi dan pesan perdamaian, kecintaan terhadap NKRI, dan khususnya pelurusan doktrin keagamaan dangkal yang seringkali disalahartikan dan dimanfaatkan oleh kelompok radikal teroris.

Oleh karena target dan sasaran yang ingin dicapai adalah generasi muda melalui komunitas-komunitas kepemudaan, maka dalam mewujudkan sinergitas tersebut BNPT bekerjasama dengan dengan Komunitas Indonesian Backtrack Team (IBT) yaitu sebuah komunitas kepemudaan penggiat media online yang pertama kali mendukung program damai BNPT. IBTeam sebagai sebuah komunitas didirikan pertama kali oleh Zee Eichel pada tanggal 14 Februari 2011, dalam perjalanannya IBTeam telah berkembang menjadi sebuah forum yang besar dan memiliki anggota komunitas di hamper seluruh kota dan daerah di Indonesia seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia mengenai pentingnya keamanan dalam menggunakan jaringan computer. Saat ini BNPT dan IBTeam bekerjasama dalam menyenggarakan Workshop Program Damai untuk menggandeng berbagai komunitas kepemudaan yang ada di berbagai daerah agar bersama-sama mewujudkan perdamaian di dunia maya

Nantinya workshop Program Damai di Dunia Maya kali ini akan melibatkan 300 pemuda yang berasal dari belasan Universitas dan komunitas kepemudaan di kota Banda Aceh seperti Turun Tangan Aceh, Aceh Anti Korupsi, Komunitas KHAS, X-Rules, KAPAS,  BASKOM, Kajian Strategis Aceh, Stand Up Indo Aceh, IMPAS, Texas Family, Blogger Aceh, Aceh Blogger Community dan dari kampus-kampus seperti Universitas Syiah Kuala, Universitas Muhammadyah, Universitas Abuliyatama, dan berbagai kampus dan komunitas lainnya,  Juga turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BNPT Komjen Pol. Saut Usman Nasution, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Bapak Mayjend TNI Agus Surya Bakti. Workshop yang digelar selama sehari ini tujuannya adalah untuk memperkenalkan perspektif jurnalisme damai sebagai suatu wawasan bagi peserta dalam penulisan konten damai di dunia maya dan penggunaan internet secara positif. Selain itu, hal terpenting dalam workshop ini adalah untuk membangun sinergitas dengan generasi muda untuk menyemarakkan dunia maya dengan berbagai konten damai, anti kekerasan, anti radikalisme dan terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia. [rilis]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY