Banjir Aceh Utara, Aktivitas Belajar Sekolah Lumpuh

568

Acehraya.co.id – Pemerintah Aceh Utara sedang mendata kerusakan akibat banjir pada Selasa (28/9/2015).

Selain itu, banjir mulai meluas ke Kecamatan Cot Girek dan merendam Desa Trieng, Desa U Baro dan Desa Lhok Reuhat akibat tanggul sungai di Desa Trieng dan Lhok Reuhat yang jebol pada tahun 2014 belum diperbaiki di kecamatan tersebut. Ketinggian dalam rumah warga mencapai 50 sentimeter.

Camat Cot Girek, Usman, kepada Kompas.com, menyebutkan bahwa banjir masih merendam rumah warga. Namun, dia memprediksi banjir akan segera surut jika tidak turun hujan malam ini.

Sebelumnya, banjir hanya merendam Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Warga menggunakan rakit untuk menyebrang banjir di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Senin (28/9/2015). Banjir kali ini merendam Kecamatan Pirak Timu, Lhoksukon dan Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. (KOMPAS.COM/MASRIADI)
Warga menggunakan rakit untuk menyebrang banjir di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, Senin (28/9/2015). Banjir kali ini merendam Kecamatan Pirak Timu, Lhoksukon dan Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. (KOMPAS.COM/MASRIADI)

Dihubungi terpisah, Wakil Bupati Aceh Utara, Muhammad Jamil menyebutkan, dirinya sudah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Cot Girek.

“Tanggul jebol sudah saya tinjau juga. Saya sudah instruksikan agar Dinas Sumber Daya Air mendata kerusakan tanggul itu dan segera kita usulkan pendanaannya ke pemerintah pusat di Jakarta,” terang Muhammad Jamil.

Dinas lainnya, sambung Muhammad Jamil, juga diintruksikan untuk mendata kerusakan akibat banjir.

“Misalnya dinas pendidikan kita intruksikan data kerusakan di sekolah. Begitu juga dinas lainnya. Kita harap, pusat membantu kita untuk merehab tanggul sungai,” tuturnya.

Banjir di Aceh Utara, Sekolah Diliburkan

Akibat banjir yang merendam Aceh Utara, Senin (28/9/2015), aktivitas warga terhalang. Empat sekolah di daerah itu diliburkan.

Keempat sekolah itu yakni SDN 6 Matangkuli, SDN 4 Lhoksukon, SDN 9 Lhoksukon, SDN 14 Lhoksukon. Kepala UPTD Dinas Pendidikan Lhoksukon, Usmani menyebutkan sekolah tersebut berada di kawasan rendah dan terendam banjir. Sehingga, seluruh murid terpaksa diliburkan.

“Jika banjir sudah surut, dan kelas dibersihkan baru kita mulai aktivitas belajar mengajar di tiga sekolah dalam Kecamatan Lhoksukon itu,” katanya.

Karena banjit pula, warga menggunakan rakit sebagai moda transportasi di jalur yang menghubungkan Kecamatan Matangkuli dan Kecamatan Pirak Timu di kabupaten itu. Pasalnya air merendam jalan lintas yang menghubungkan dua kecamatan itu di Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara. Di desa itu terdapat tiga rakit yang digunakan untuk menyeberangkan sepeda motor dan warga.

“Kami kenakan biaya seharga 5.000 rupiah per orang dan per sepeda motor untuk banjir setinggi 50 sentimeter. Jika ketinggian air bertambah maka biayanya juga kami naikkan menjadi 10-15 ribu per orang dan per sepeda motor,” sebut Nazar salah seorang pemilik rakit kepada Kompas.com.

Terlihat warga yang dari dan ke Pirak Timu atau ke Matangkuli menggunakan jasa rakit untuk menyeberang. [kompas]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY