Aceh Siap Gelar Solidaritas untuk Badak, Gajah dan Harimau

683
Poster Global March for Elephant Rhinos and Tiger, yang akan diselenggarakan pada 3 Oktober 2015 di Banda Aceh

Acehraya.co.id – Aceh merupakan habitat penting satwa-satwa langka terancam punah seperti Badak, Gajah dan Harimau. Sebagian besar populasi satwa-satwa ini di Sumatera ada di Aceh karena propinsi ini memiliki hutan yang masih cukup luas. Namun ancaman terhadap kelestarian satwa-satwa ini semakin meningkat disebabkan oleh pengrusakan hutan yang menyebabkan fragmentasi habitat satwa, kekurangan makanan dan diperparah dengan perburuan liar.

Lembaga konservasi dunia IUCN telah memasukan badak, gajah dan harimau sumatera dalam daftar red list sebagai satwa dengan status terancam punah. Populasinya di alam liar terus menurun. Diperkirkan jumlah badak yang ada di seluruh sumatera tidak lebih dari 100 ekor. Jumlah harimau diperkirakan tinggal 400 ekor. Sementara jumlah gajah tinggal 1700 ekor saja.

Beberapa kepunahan lokal telah terjadi di banyak tempat di Sumatera. Badak saat ini hanya dikumpai di Aceh dan Lampung. Di Riau dan Jambi badak sudah tidak ditemukan lagi dalam kurun waktu 20 tahun belakangan. Sementara habitat harimau sudah banyak yang terputus koridornya dan mereka sekarang bertahan di hutan-hutan kecil di Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Utara.

Sementara habitat gajah saat ini sebagian besar berada di luar kawasan konservasi yang telah dibuka secara besar-besaran menjadi kebun kelapa sawit dan hutan tanaman industry. Jika kehancuran habitat dan perburuan terus terjadi maka kepunahan satwa-satwa ini hanya tinggal menunggu waktu.

Sebagai rumah terakhir satwa langka di Sumatera, Aceh memiliki peranan penting untuk memastikan berjalannya upaya konservasi satwa-satwa ini. Masyarakat Aceh harus memiliki kekuatan untuk bisa mendesak pemerintah, aparat penegak hukum, dan privat sektor untuk bertanggung jawab lebih menyelamatkan sisa populasi badak, gajah dan harimau dan berupaya meningkatkan populasinya di masa depan.

Memberi informasi, edukasi dan mengajak masyarakat untuk mau peduli dan bersuara menjadi penting dilakukan saat ini sebagai upaya menggerakan kesadaran untuk memberikan dukungan terhadap upaya-upaya konservasi satwa langka di Aceh. Salah satu targetnya adalah memberikan edukasi dan menggalang dukungan publik yang lebih besar.

Untuk memberi dukungan terhadap penyelamatan satwa di Aceh maka untuk pertama kalinya Banda Aceh akan ikut berpartisipasi dalam Gerak Bersama dalam Solidaritas masyarakat untuk badak, gajah dan harimau bertepatan dengan aksi global “Marching for Elephant, Rhino and Tiger” di seluruh dunia. Banda Aceh akan melaksanakan ini dan ini merupakan keikutsertaan Indonesia untuk pertama kali.

Kampanye puncak hari badak sekaligus event GMFER ini hendak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan suara mereka untuk mendesak pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penyelamatan 3 satwa penting sumatera yakni badak, gajah dan harimau. Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat luas untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap nasib badak, gajah dan harimau yang sedang terancam punah.

Tujuan Kegiatan 

Membuat gerakan bersama menggalang kepedulian publik untuk mendukung upaya penyelamatan badak, gajah dan harimau.

Bentuk Kegiatan

Parade dilaksanakan dalam bentuk Jalan Bersama dengan membawa pesan-pesan penyelamatan satwa berupa poster, spanduk, materi kreatif seperti topi, topeng satwa-satwa. Acara akan dilakukan dengan berjalan kaki dari depan masjid raya menuju ke bundaran simpang 5 Banda Aceh.

Waktu dan Tempat :

Banda Aceh, Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 08.30-10.30 WIB. Start Taman Sari – Mesjid Raya Baiturrahman – Simpang Lima – Taman Sari.

Koordinator :

Gerakan Earth Hour Aceh Kontak Person pendaftaran: cutervida@gmail.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY