Agam Inoeng Aceh Rela “Panas-Panasan” Demi Kampanye Penyelamatan Satwa

1003
Aksi Global Marching For Elephant, Rhino and Tiger (03/10) di Banda Aceh, diikuti oleh Syarikat Agam Inoeng Aceh, Agam Inoeng Banda Aceh dan Duta Rayeuk. (Riza Zulfikar /Insta_aceh)

Acehraya.co.id Puluhan Agam-Inoeng Aceh yang terdiri dari Duta Rayeuk, Agam Inong Banda Aceh dan Syarikat Agam Inong Aceh (SAIN) rela panas-panasan dibawah teriknya matahari, demi mengkampanyekan penyelamatan satwa dalam aksi parade Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT), kemarin (03/10) di Banda Aceh.

Fahmi Risnaldi (Syarikat Agam Inoeng Aceh) saat berorasi di Aksi GMFERT Banda Aceh
Fahmi Risnaldi (Syarikat Agam Inoeng Aceh) saat berorasi di Aksi GMFERT Banda Aceh

Saat Acehraya.co.id menemui Fahmi Risnaldi, koodinator dari Syarikat Agam Inoeng Aceh (SAIN) mengatakan, ikutnya syarikat Agam Inoeng Aceh dalam aksi parade Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT) adalah aksi nyata yang dapat dilakukan oleh para duta khususnya untuk mendukung penyelamatan satwa seperti gajah, badak dan harimau yang populasinya masuk tahap kritis.

“Ikutnya Syarikat Agam Inoeng Aceh dalam aksi Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT) di Banda Aceh, merupakan sebuah aksi untuk menyuarakan bahwa kita semua mendukung dan berkomitmen, untuk melindungi dan melestarikan satwa-satwa langka yang hampir punah didunia”, ujar Fahmi Risnaldi.

Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa. (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa. (Riza Zulfikar/Insta_aceh)

fafsafa

Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)

Selain itu, Fahmi Risnaldi juga menambahkan bahwa, dalam aksi parade Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT) di Banda Aceh kemarin, merupakan sebuah aksi untuk bersama-sama menyatukan, satu visi dan misi, satu suara untuk menyelamatkan satwa gajah, badak dan harimau.

“Menurut kita (SAIN) aksi GMFERT ini sangatlah luar biasa. Karena berhasil menghimpun berbagai element masyarakat dari latar belakang berbeda-beda, baik itu dari instansi pemerintah, swasta, lembaga, komunitas dan lainnya, untuk sama-sama menyerukan kepada Indonesia dan dunia internasional untuk mengakhiri perdagangan gading gajah, cula badak, tulang, kulit dan gigi harimau di seluruh dunia”, ungkap Fahmi Risnaldi kepada Acehraya.co.id.

Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)

Hal senada juga di ditambahkan oleh Tasya Meisheilla Aditya, keikutan dirinya dan teman-teman dari Syarikat Agam Inoeng Aceh dalam aksi Global Marching for Elephant, Rhino and Tiger (GMFERT) ,merupakan salah satu kontribusi Syarikat Agam Inoeng Aceh untuk mengkampanyekan satwa-satwa yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau.

“Meskipun harus rela panas-panasan dibawah terik matahari, kami dari Syarikat Agam Inoeng Aceh, tetap semangat untuk kampanyekan penyelamatan satwa gajah, badak dan harimau yang sudah dalam tahap diambang kepunahan”, ujar Tasya Meisheilla Aditya.

Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelematan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh (Riza Zulfikar /Insta_aceh)

Menurut Tasya, mengkampanyekan penyelamatan satwa yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau, juga menjadi prioritas Syarikat Agam Inoeng Aceh (SAIN) selama ini.

“Memberi dukungan dan komitmen untuk melindungi dan melestarikan satwa-satwa langka di Aceh dan Indonesia, juga termasuk dalam visi dan misi kami. Menurut kami (SAIN), jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita”, ungkap Tasya Meisheilla Aditya kepada Acehraya.co.id.

Salah satu Inoeng Aceh saat mengkampanyekan penyelamatan satwa dalam aksi GMFERT Aceh (03/10) di Banda Aceh (Fauca Ramadhan)
Salah satu Inoeng Aceh saat mengkampanyekan penyelamatan satwa dalam aksi GMFERT Aceh (03/10) di Banda Aceh (Fauca Ramadhan)
Syarikat Agam Inoeng Aceh sedang membagikan stiker Global Marching For Elephant, Rhino and Tiger di Simpang Lima, Banda Aceh (Fauca Ramadhan)
Syarikat Agam Inoeng Aceh sedang membagikan stiker Global Marching For Elephant, Rhino and Tiger di Simpang Lima, Banda Aceh (Fauca Ramadhan)
Saat para Agam Inoeng Aceh harus berpanas-panasan demi kampanyekan penyelamatan satwa di Banda Aceh dalam aksi GMFERT di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh (Riza Zulfikar/Insta_aceh/ Fauca Ramadhan)

Untuk kedepanya Syarikat Agam Inoeng Aceh berharap, “Semoga dengan adanya aksi seperti GMFERT ini, dapat memberikan efek jangka panjang bagi kita semua. Baik itu dalam berupa semangat, partisipasi, karya dan konservasi, sehingga satwa-satwa yang dilindungi seperti gajah, badak dan harimau tetap ada sampai anak cucu kedepannya”, tutup Fahmi Risnaldi kepada Acehraya.co.id. [cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY