Pesawat Asing Petakan Titik Api Untuk Operasi Kabut Asap

633
Helikopter angkatan udara Singapura, Chinook saat berada di Pangakalan Udara Talang Betutu, Palembang (10/10). ©AFP PHOTO/Abdul qodir

Acehraya.co.id – Pesawat dan helikopter asing dari Singapura dan Malaysia sudah mulai melakukan aktivitasnya di wilayah Sumatera Selatan, Minggu (11/10). Mereka melakukan pemetaan titik api dan sumber air untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin.

Kedua wilayah tersebut belakangan ini banyak memproduksi asap yang sangat mengganggu masyarakat. Saat melakukan pemetaan, Singapura menggunakan Helikopter Chinook sedangkan Malaysia memaki pesawat Bombarbier 415 Multi Pupose.

Tim Water Bombing Malaysia menyatakan karena sumber air di sungai-sungai sudah mengering maka pesawat Bombardier 415 akan mengambil air di laut Selat Bangka untuk selanjutnya menyiram titik api di Ogan Komering Ilir.

Hal tersebut dikatakan petusan tim usai mengikuti rapat koordinasi di Posko Utama Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Kabut Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kantor BPBD Sumatera Selatan.

Komandan satuan tugas siaga darurat penanggulangan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Dansatgas Ops Penanggulangan Karhutla) Kolonel Inf Tri Winarno mengatakan  pesawat dan helikopter milik Malaysia dan Singapura sudah diterbangkan setelah mendapat pengarahan untuk memadamkan kebakaran yang digokuskan di dua kabupaten.

“Untuk Malaysia dan Singapura tadi sudah di briefinguntuk fokus pemadaman ke sektor masing-masing ke OKI kompleks dan Muba kompleks,” ujar Tri Winarno saat ditemui.

Sedangkan pengerahan pesawat dari dalam negeri, kata Tri Winarno, sudah melakukan pemadaman di sejumlah titik api. “Secara umum sudah bergerak untuk memadamkan dari udara bersama dengan Singapura dan Malaysia,” ucapnya.

Sedangkan upaya pemadaman melalui darat juga tetap terus dilancarkan untuk mengurangi meluasnya titik panas dan kabut asap. “Pasukan darat tetap melakukan pemadaman di sektor masing-masing,” tuturnya.

Dengan adanya bantuan armada udara dari negeri tetangga itu ditambah bantuan dari negara lain yang akan datang diharapkan dapat lebih memaksimalkan pemadaman agar bencana asap segera berlalu. [cnnindonesia]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY