Fakta-fakta Unik Soal Hitler dan Kedekatannya Dengan Yahudi

943

Acehraya.co.id – Siapa yang tak kenal dengan Adolf Hitler? Pria kelahiran Austria ini merupakan tokoh yang mengobarkan Perang Dunia Kedua. Dia dituding sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kematian lebih dari 60 juta warga di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Karena dianggap sebagai penyebab perang, banyak yang memandang Hitler sebagai orang yang kejam dan fanatik. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui sisi lain yang tersembunyi dari sang Fuhrer di tengah kontroversi serta tuduhan terhadapnya.

Setelah diangkat sebagai satu-satunya pemimpin Jerman, Hitler sempat mewarnai berbagai media di Amerika Serikat. Bahkan, dia pernah anugerahi penghargaan ‘Man of the year 1938’ oleh majalah Time dan fotonya dipajang di halaman depan. Bahkan, majalah sayap kiri Jerman ‘Die Zeit’ pernah mempublikasikannya sebagai sosok misterius.

Sebelum Eropa dilanda perang selama enam tahun, Hitler dianggap berhasil memperbaiki ekonomi Jerman yang morat marit, serta membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. Dia juga sukses membangun angkatan perang negerinya hingga disegani seluruh dunia. Kondisi ini membuat Hitler mendapatkan dukungan penuh dari rakyat.

Di balik itu semua, Hitler dikenal sebagai pekerja keras, di mana dia hanya tidur tiga sampai empat jam setiap malam untuk memimpin 380 juta warga Eropa. Selain itu, masih ada fakta-fakta lain di balik kemisteriusan sang diktator Jerman ini. Berikut rangkumannya:

  1. Jatuh Cinta Pada Gadis Yahudi

Seperti remaja-remaja umumnya, Hitler pernah merasakan jatuh cinta pada seorang gadis. Dia merasa tertarik dengan seorang perempuan Yahudi bernama Stefanie Rabatsch, namun cintanya bertepuk sebelah tangan.

Seorang teman kecilnya, August Kubizek bercerita soal pengalaman tersebut pada bukunya ‘Adolf Hitler, teman kecilku’. Ketika itu, Hitler masih berusia 16 tahun dan bertemu dengan Stefanie pada musim semi 1905. “Stefanie tak pernah tahu seberapa dalamnya Adolf mencintai dia. Dia (Hitler) tak pernah menyatakan cintanya, dan selalu berkata akan melakukannya, besok.”

Namun, rasa cintanya menghilang setelah merasakan kekecewaan mendalam. Dia kecewa setelah melihat tatapan yang dingin saat mengantarkan ibu kandungnya ke tempat peristirahatan terakhir. “Hatinya (Hitler) hancur dan siap menghancurkan dirinya dan bahkan seluruh dunia.” Tak lama, Stefanie mengakui dia tak mengetahui Hitler mencintainya.

2. Dokter Pribadi Beragama Yahudi

Kekejaman yang dilakukan Hitler terhadap bangsa Yahudi memang tak bisa disanggah. Lewat tangan kanannya, Hitler membangun kamp konsentrasi berisi orang Yahudi dan membunuh mereka.

Meski banyak Yahudi yang ditawan dan dibunuh, hanya satu yang lolos dari genosida. Dia adalah Eduard Bloch. Dokter ini pernah menyelamatkan Hitler kecil yang terjangkit sakit paru-paru. Bloch pula yang merawat sang ibu yang kemudian meninggal dunia akibat kanker payudara, tanpa memungut biaya dari keluarga Hitler.

Saat berusia 18 tahun, Hitler sangat menghormati Bloch, sebaliknya Bloch malah menyebut Hitler sebagai ‘pria yang menyedihkan’, saat diberitahu kematian ibunya. Berkat itu, dia mendapatkan perlakuan khusus dan terhindar dari pembantaian setelah Jerman menganeksasi Austria.

3. Penggemar Animasi Disney

Teman dekat Hitler, Ernst Hanfstaengl atau dipanggil Putzi mengungkapkan, selama hidupnya Hitler selalu bersiul. Siulan yang paling sering dilakukan adalah sebuah lagu berjudul “Who’s Afraid of the Big Bad Wolf?” dari film Disney berjudul “The Big Bad Wolf”. Karena ketertarikannya, dia menyebut namanya berasal dari kata jerman kuno “Adalwolf” yang berarti “Bangsawan Serigala”.

Pada 2008, seorang direktur dari museum perang di utara Norwegia William Hakvaag menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya, yakni tokoh kartun yang digambar Hitler selama Perang Dunia Kedua, lengkap dengan tanda tangannya “A.Hitler”. Di antara gambar tersebut terdapat tokoh bernama Doc dan Bishful dari film Disney era 1937 “Putri Salju dan Tujuh Kurcaci”.

4. Tak Pernah Kunjungi Kamp Kosentrasi

Meski menjadi sosok yang memutuskan ‘Solusi Akhir’ bagi umat Yahudi, Hitler tak pernah sekalipun menengok atau mendatangi kamp konsentrasi. Tak sekalipun dia menyebutkannya di hadapan publik, termasuk fasilitas-fasilitas di dalamnya berupa ‘Kamar Gas’.

Berbeda dengan Hitler, pemimpin Heinrich Himmler beberapa kali mengunjungi kamp tersebut dan menyaksikan ribuan jasad satu per satu yang disebutnya, “Pembersihan Orang-orang Yahudi”. Namun, tak ada satu pun tulisan yang menyebutkan kamp ini didirikan atas perintahnya hingga akhirnya ditemukan jelang kehancuran reich ketiga.

5. Pencetus Kampanye Antirokok

Hitler merupakan aktivis antitembakau yang keras, hal itu dia lakukan saat dokter di Jerman menemukan koneksi antara merokok dengan kanker paru-paru. Dia sangat membenci tembakau dan enggan menyentuhnya sama sekali hingga akhir hidupnya, dan dia yang pertama memimpin kampanye antirokok ke seluruh dunia sepanjang tahun 1930-an.

Hitler sangat aktif dalam kampanye antirokok termasuk larangan merokok di tempat umum dan mengobarkan hidup sehat tanpa rokok. Selama 1939 hingga 1945, dia melarang personel militernya merokok. Dia memandang rokok sangat rendah dan mengungkapkannya dengan mengatakan, “banyak sekali lelaki terbaik tewas gara-gara racun tembakau.”

6. Masuk Nominasi Calon Penerima Nobel Perdamaian

Hitler ternyata pernah dinominasikan sebagai calon penerima penghargaan Nobel Perdamaian pada 1939. Namanya diajukan oleh anggota Parlemen Swedia EGC Brandt. Sayang, namanya tak pernah masuk akibat kontroversi yang dialaminya sepanjang tahun tersebut jelang Perang Dunia Kedua.

Sebagian besar anggota Parlemen Swedia justru menominasikan Perdana Menteri inggris Neville Chamberlin, di mana Brandt memandang skeptis pilihan tersebut. Akhirnya tak ada satu pun yang terpilih karena perang keburu terjadi. [merdeka]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY