Pasca Bentrokan di Aceh Singkil, Aparat Masih Tetap Berjaga-jaga

1046

Acehraya.co.id – Bentrokan antarmassa pecah di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil. Seorang tewas dan empat lainnya luka-luka termasuk seorang TNI.

Sebelumnya, seunit rumah yang sering digunakan sebagai tempat peribadatan umat Kristiani di Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil dibakar massa.

Informasi diperoleh Okezone dari sumber kepolisian menyebutkan, bentrokan antarmassa terjadi di Desa Dangguran, Selasa (13/10/2015) siang. Sementara pembakaran rumah ibadah di kecamatan tetangganya itu terjadi pagi tadi.

Bentrokan bermula dari sekelompok massa yang hendak menerobos brikade menuju Gereja di Desa Dangguran. Mereka kemudian mendapat perlawanan dari kelompok warga lainnya. Beberapa orang yang berhasil menerobos brikade dilaporkan terkena lemparan batu dan tembakan senapa angin.

Sementara yang tewas salah satunya diketahui bernama Samsul, warga Buluhsema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil. Dia diduga tewas usai terkena tembakan di kepala. Sedangkan empat orang lainnya, termasuk seorang TNI luka ringan.

Menurut warga Aceh Singkil, Herizal, ketegangan antarmassa di beberapa lokasi Kabupaten Aceh Singkil sudah terjadi sejak tadi malam.

“Baru tadi bentrokan terjadi. Saat bentrokan terjadi, sempat terdengar beberapa kali suara tembakan. Sekarang di lokasi bentrokan mencekam,” ujarnya saat dihubungi dari Banda Aceh.

Heri mengatakan, aparat kepolisian bersama TNI sekarang berjaga-jaga di lokasi, untuk menghindari adanya bentrokan susulan.

Aparat dilaporkan sudah mengamankan 30 orang diduga provokator, dan menyita barang bukti di antaranya senjata tajam, bom molotov, bambu runcing, klewang, mobil pengangkut massa dan sejumlah sepeda motor.

“Kasus dalam lidik Polres Aceh Singkil,” ujar sumber di kepolisian.

Sementara Kapolres Aceh Singkil, AKBP Budi Samekto hingga kini, belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait bentrokan tersebut. Bentrokan antarmassa di Aceh Singkil diduga buntut dari tuntutan penutupan sejumlah rumah ibadah ilegal. Sejak tahun lalu ada sejumlah rumah ibadah yang sudah disegel karena pendiriannya tanpa izin dari pemerintah setempat.

Pada Senin 12 Oktober, pemkab bersama anggota dewan, forum komunikasi kerukunan antarumat beragama bersama perwakilan ormas dan tokoh masyarakat kembali berembuk, dan memutuskan membongkar 10 tempat ibadah yang sudah dinyatakan ilegal tersebut.

Seperti dilansir media lokal di Aceh, rapat memutuskan pembongkarannya mulai 19 Oktober 2015. Sedangkan yang tidak dibongkar, diminta segera mengurus izin sesuai ketentuan berlaku dalam jangka enam bulan.

Namun, massa dari sebuah ormas mendesak Pemkab Aceh Singkil segera membongkar rumah ibadah ilegal itu. Mereka memberi tenggat waktu hingga 13 Oktober, jika tidak akan berupaya membongkar paksa. [salman/okezone]

Kerusuhan Pecah di Aceh Singkil, 100 Lebih Tentara Berjaga

Bentrokan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10). Ratusan orang bersenjata tajam mendatangi salah satu gereja di Desa Suka Makmur, Gunung Meriah, dan membakarnya.

“Terjadi aksi anarki. Massa membakar satu gereja, satu undung-undung (rumah ibadah berukuran kecil). Ketika hendak ke tempat ketiga, massa diamankan tentara dan polisi,” kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi, kepada CNN Indonesia.

Menurut Safriadi, saat ini situasi yang mencekam telah terkendali. Polisi dan tentara menurunkan lebih dari 100 personel untuk menjaga Desa Suka Makmur. [cnnindonesia]

Situasi Mulai Kondusif, Aparat Masih Tetap Berjaga

Situasi di lokasi bentrok berdarah di jalan menuju Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, mulai kondusif.

Massa dari dua kelompok warga tidak terlihat lagi di lokasi bentrok seratus meter dari jalan raya masih masuk dalam wilayah Sianjoanjo, Gunung Meriah.

Masa yang bentrok dengan penduduk setempat telah kembali ke titik kumpul saat pertama kali bergerak di Desa Lipat Kajang Bawah. Begitu juga dengan masa dari arah Dangguran tidak ada di lokasi bentrok.

Mereka membubarkan diri setelah dihalau aparat keaman. Aparat keamanan saat ini berjaga-jaga di jalan raya depan kantor camat Simpang Kanan.

Selain jatuh korban meninggal dan luka, mobil dinas Dandim 0109/Singkil dan Polisi Militer bagian kacanya hancur terkena lemparan saat bentrok terjadi.

Sebeumnya sempat beredar informasi masa menebang pohon di jalan raya kawasan Simpang Kanan. Namun setelah dicek informasi itu tidak benar, sehingga pengendara bisa melintas.

Adapun nama-nama korban bentrok yang dirawat di RSUD Aceh Singkil, antaralain, Uyung (27), Sarto anggota TNI, Rahman (27), Salma (18) dan korban meninggal Samsul (21). [tribunnews]