Cara Sadis Budi Waseso Untuk “Habisi” Gembong Dan Pecandu Narkoba

1425
Komjen Pol Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berselfie bersama teman-teman media di Jakarta. (NET)

Acehraya.co.id – Berulang kali Presiden Joko Widodo menegaskan sikapnya melawan peredaran narkoba di Tanah Air. Sebab saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Tiap hari ada 50 orang meninggal akibat narkoba. Dalam setahun ada 18.000 orang meninggal karena narkoba. Belum lagi jutaan orang yang harus direhabilitasi. Jokowi menyebut 4,2-4,5 juta orang direhabilitasi karena ketergantungan narkoba.

Secara terang-terangan presiden menyatakan perang terhadap narkoba. “Perang terhadap mafia narkoba tidak boleh setengah-setengah, karena narkoba benar-benar sudah merusak kehidupan baik kehidupan penggunanya maupun kehidupan keluarga pengguna narkoba,” kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menjawab keinginan presiden memerangi narkoba. Dia mengamini pernyataan presiden. Narkoba adalah kejahatan yang luar biasa, dampaknya lebih besar daripada korupsi. Budi Waseso menyatakan kesiapannya mendukung presiden memerangi narkoba.

“Nggak salah lah presiden menaruh saya di sini (BNN),” kata Waseso di Jakarta, Selasa (13/10).

Dia menjanjikan terobosan baru dalam memerangi peredaran narkoba di Tanah Air. Jalur laut kerap digunakan sebagai jalur perdagangan narkoba lintas negara. Mantan Kabareskrim Polri ini mengaku sudah memetakan asal negara pemasok narkoba, negara transit dan negara tujuan pemasaran narkoba.

Budi Waseso menebar ancaman bagi siapapun yang berai menyelundupkan narkoba melalui jalur laut. “Kapal-kapal yang mau menyelundupkan narkoba ke Indonesia, kita sikat,” tegasnya.

Dia menyiapkan sejumlah cara memerangi gembong narkoba dan mendidik pecandu narkoba. Bahkan caranya mungkin termasuk sadis. Merdeka.com mencatatnya. Berikut paparannya.

1.Tenggelamkan Kapal dan Gembong Narkoba

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri ini mengaku sudah punya cara meningkatkan pencegahan peredaran narkoba yang diselundupkan melalui jalur laut. Budi Waseso sudah menginstruksikan anak buahnya untuk siap perang di laut.

Jika ada kapal yang diindikasikan membawa narkoba dan sudah masuk ke wilayah hukum perairan Indonesia, petugas BNN akan langsung menindak. “Target saya, (kapal) harus bisa ditenggelamkan di laut, dan orang-orangnya juga (ditenggelamkan),” katanya.

2. Pasukan Siluman

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan, lembaganya sedang menyiapkan pasukan khusus untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan narkotika di tanah air. “Pasukan ini tidak mudah dipengaruhi apa-apa, pasukan ini bisa dihentikan kalau ditembak,” kata Budi Waseso.

Namun dia tak mau menyebutkan nama pasukan khusus yang dibentuknya. Pasukan khusus ini sedang dilatih sendiri oleh mantan Kabareskrim ini. “Cara kerjanya mirip siluman atau operasinya silent (diam-diam). Nanti kalian akan lihat sendiri pasukan ini,” kata dia

Hingga saat ini, pasukan tersebut sedang dilatih secara khusus dan rahasia. “Kita latihan secara khusus, tempat khusus, ada berbagai keahlian pada pasukan itu, hingga saat ini hanya saya, Presiden Joko Widodo dan pelatihnya yang mengetahui mereka berada,” kata Budi Waseso.

3. Tembak Jika Melawan

Budi Waseso menegaskan jika ditemukan pelaku narkoba berani melawan, pasukannya tak segan-segan memberikan hadiah timah panas. Hal ini sebagai peringatan dan efek jera pelaku narkotika untuk tak melawan dan mengulangi perbuatannya.

“Saya sampaikan kepada pasukan bahwa negara kasih senjata dan amunisi untuk menegakkan hukum. Apabila pelaku melawan maka akan dijawab dengan proyektil panas sebagai peringatan. Makanya, jangan macam-macam,” tegasnya.

4. Tempat Rehab Terpencil

Badan Narkotika Nasional menunggu keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang ingin membangun tempat rehabilitasi untuk pecandu narkoba. Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengaku setuju di mana pun tempat rehabilitasi dibangun di pulau terpencil di Indonesia.

Pihaknya tak bisa memberikan rekomendasi pulau tertentu karena menjadi wewenang Kemenkumham. Pihaknya hanya membuat program pemberantasan narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa.

Jika diberikan pilihan untuk menentukan tempat rehabilitasi tersebut, maka ia akan merekomendasikan pulau paling terluar di Indonesia. Agar pecandu yang direhabilitasi lolos akan takut oleh binatang buas.

“Jadi kalau pulau terluar itu, jauh dari mana-mana. Kalau dia berenang pasti habis dia dimakan ikan hiu. Kalau sudah normal, kita kembalikan lagi ke masyarakat,” ucapnya. [merdeka]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY