Filipina Besiaga Hadapi Topan Koppu

625

Acehraya.co.id – Filipina bersiap menghadapi topan yang diramalkan membawa hujan lebat dan kemungkinan terjadinya banjir parah.

Presiden Benigno Aquino mengingatkan warganya yang tinggal di jalur Topan Koppu agar bersiaga untuk mengungsi.

Dalam pernyataannya di televisi, ia mengatakan topan itu, yang kemungkinan melanda pulau Luzon di utara pada minggu pagi, bisa membawa hujan deras selama 12 jam.

Filipina masih terguncang oleh Topan Super Haiyan yang memakan korban jiwa lebih dari 6.300 orang pada bulan November 2013.

Haiyan, yang merupakan topan paling kuat yang pernah tercatat terjadi di muka bumi, menghancurkan satu kota.

Topan Koppu membawa angin sekuar 180 kilometer per jam bergerak dengan lambat, dan ini berarti membawa curah hujan dalam jumlah besar dalam waktu lama.

Angin dengan keecpatan seperti itu cukup kuat untuk meruntuhkan pohon, menjebol atap rumah dan mengancam sumber listrik.

Hujan deras pertama diperkirakan tiba di bagian utara dan tengah Luzon pada hari Sabtu 17 Oktober.

Dalam pidato di TV, Presiden Aquino mengatakan pemerintah telah mendistribusikan pasokan darurat ke pusat-pusat pengungsian.

“Saya tekankan, kepada setiap unit pemerintah daerah, komunitas dan tiap warga Filipina yang terkena dampak, punya kewajiban untuk bekerjasama menghadapi tantangan ini.”

Militer Filipina di utara Luzon juga telah disiagakan untuk operasi menghadapi bencana.

Topan Koppu, dikenal juga dengan nama Lando, diperkirakan tetap berada di Filipina hingga Selasa, 20 Oktober kemudian berlalu ke Taiwan.

Topan Koppu Diperkirakan akan Picu Hujan Deras di Filipina

6A02267F-A827-4F01-AB2F-23B657511C09_w640_r1_s
Warga naik “trolley”, kereta yang dibuat oleh penduduk setempat sebagai alat transportasi dengan memanfaatkan jalur kereta api saat topan yang memicu hujan mulai mengguyur kota Manila, Filipina (17/10).

Sejak tengah hari Sabtu, badai itu mengakibatkan angin yang berkecepatan sampai 160 kilometer per jam, dan diperkirakan akan terus menguat sebelum mencapai daratan negara itu.

Putaran topan kuat, yang bergerak lamban, kini menuju ke Filipina, dan meningkatkan ancaman hujan deras dan kemungkinan bencana banjir di Luzon, pulau utama di negara itu.

Para peramal cuaca memperkirakan Topan Koppu akan mencapai daratan Minggu pagi, dan mencurahkan hujan hingga 600 milimeter dalam beberapa hari mendatang.

Sejak tengah hari Sabtu (17/10), badai itu mengakibatkan angin yang berkecepatan sampai 160 kilometer per jam, dan diperkirakan akan terus menguat sebelum mencapai daratan negara itu.

Tetapi, ancaman terbesar kemungkinan adalah hujan dan banjir yang diakibatkannya, tanah longsor dan meningkatnya badai, menurut para peramal cuaca.

Pihak berwenang telah mulai membatalkan penerbangan dan mendesak penduduk dan wisatawan di daerah-daerah rawan agar berpindah ke tempat-tempat yang lebih aman. Tidak jelas berapa jumlah orang yang telah mengungsi.

Koppu diperkirakan tidak akan menerpa ibukota Manila secara langsung. Topan itu kemungkinan besar akan menyapu bagian ujung utara pulau Luzon.

Presiden Benigno Aquino hari Jumat tampil di televisi nasional untuk memperingatkan rakyat akan badai itu.

Sekitar 20 topan dan badai melanda Filipina setiap tahun, banyak di antaranya menimbulkan korban jiwa. [voaindonesia]