Gito, Kasus Bayi Orang Utan “Paling Parah”

512
Seekor bayi orang utan ditemukan dalam keadaan kritis, nyaris seperti mayat, di dalam kardus di Simpang Hulu, Kalimantan Barat. (International Animal Rescue)

Acehraya.co.id – Seekor bayi orang utan ditemukan dalam keadaan kritis, nyaris seperti mayat, di dalam kardus di Simpang Hulu, Kalimantan Barat.

Gito, begitu kemudian dia dipanggil, sebelumnya disimpan sebagai binatang peliharaan oleh kepala Dusun Giet, Desa Merawa. Dia dijual dengan harga sekitar Rp400.000 dari seorang pria yang diduga membunuh ibu orang utan untuk mencuri bayinya.

Badan penyelamatan binatang, International Animal Rescue (IAR) yang kemudian membantu menyelamatkannya mengatakan Gito “disimpan di kardus yang basah dengan air kencing, serta menderita dehidrasi parah dan kekurangan gizi.”

Kondisi Gito yang sangat memprihatinkan ini disinggung melalui ratusan Twitter, antara lain akun Angela @kittykittycat1 yang menulis, ‘Tolong Gito – dibuang di kardus dan dibiarkan begitu saja. Kemungkinan induknya dibunuh.”

Foto : International Animal Rescue
Foto : International Animal Rescue

Sementara akun Twitter IAR menyebutkan, “Saat ini kami merawat salah satu kasus yang paling parah dalam kekejaman terhadap binatang dan penelantaran yang paling parah.”

Orang utan yang diperkirakan berumur tiga hingga empat bulan ini ditemukan dengan tangan yang menyilang di dada. Kulitnya yang agak keabu-abuan dan bulu yang meniipis membuat Gito tampak seperti mumi.

Kepala eksekutif IAR Alan Knight mengatakan bahwa “tim kami melihat peningkatan kasus orangutan yang disimpan sebagai binatang peliharaan dan sebagian dari mereka baru saja diambil dari alam liar.”

Foto : International Animal Rescue
Foto : International Animal Rescue

“Ini adalah akibat dari kebakaran hutan sehingga orangutan tidak memiliki makanan dan tempat berlindung. Orangutan dibiarkan dalam kondisi rentan. Mereka terancam kelaparan, dibunuh, atau ditangkap oleh manusia.”

Selama pemeriksaan kesehatan, Gito mengalami demam dan tangan kakinya kaku. Ia menderita diare dan penyakit kulit yang sangat menular.

“Gito berada di tangan yang aman sekarang dan menerima perawatan ahli dan perawatan di pusat kami di Ketapang. Tapi tragisnya ada banyak orang utan seperti dia yang membutuhkan bantuan kami,” kata Knight. [bbcindonesia]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY