Telkom : Teknologi Google ganggu industri telekomunikasi di Tanah Air

397
Google Project Loon

Acehraya.co.id – Penghujung Oktober ini, Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Silicon Valley, Amerika Serikat. Bos-bos perusahaan teknologi, seperti Google, Microsoft, dan Twitter pun akan bertatap muka dengan Jokowi dalam kunjungan kerjanya itu.

Tersiar kabar, dalam kesempatan tersebut, Google akan memperkenalkan Project Loon ke Indonesia dalam memperluas jaringan internet di kawasan Indonesia bagian timur.

Mengenai isu tersebut, Telkom angkat bicara. Menurut sudut pandang telekomunikasi secara keseluruhan, bila Indonesia menerapkan balon pintar dari perusahaan mesin pencari internet, maka akan merugikan industri telekomunikasi di Tanah Air.

“Jelas, itu mengganggu (industri), tak hanya buat Telkom, tapi juga industri telekomunikasi keseluruhan karena mereka teknologinyabypass kita,” ucap Direktur Innovation and Strategic Portfolio Telkom, Indra Utoyo, di Kawasan SCBD, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

Google loon
Google loon

Indra menjelaskan, hal itu membahayakan industi telekomunikasi Tanah Air, karena para pemain di dalamnya sudah menganggarkan investasi hingga triliunan rupiah, dari jaringan hingga lisensinya.

“Teknologi mereka itu mengganggu telekomunikasi, kita di-bypass.Dari dulu Over the Top (OTT) memang selalu begitu dengan industri telekomunikasi,” keluhnya.

Seperti diketahui, saat ini kawasan Indonesia bagian timur menjadi target para operator telekomunikasi, terutama Telkom. Perusahaan BUMN tersebut telah menanam kabel fiber optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) mencapai 76.700 kilometer.

Kabel optik yang terpasang dari Manado hingga Dumai itu, Telkom harus mengalokasikan investasi sebesar Rp3,6 triliun yang diambil dari capital expenditure (capex) Telkom. [viva.co.id]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY