Empat Seniman Aceh Akan Mengikuti Jakarta Biennale 2015

418
Fuady Keulayu, salah satu seniman yang akan mengisi Jakarta Biennale 2015 foto : istimewa

Acehraya.co.id – Jakarta Biennale 2015 akan segera dihelat, empat seniman Aceh dipastikan akan mengikuti acara yang akan berlangsung pada pertengahan bulan November. Tiga perupa dan seorang pehikayat Aceh akan menunjukkan karya seni mereka di event berskala Internasional tersebut.

Sebagai salah satu pesta seni kontemporer yang ada di tanah air, Jakarta Biennale terus berstransformasi dirinya untuk menjadi ajang temu karya seni dan seniman yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengangkat tema “Maju Kena, Mundur Kena: Bertindak Sekarang”, Jakarta Biennale 2015 hendak meninjau masa kini tanpa terjebak nostalgia masa lalu dan utopia masa mendatang. Kondisi ekonomi, sosial, dan emosional masyarakat di Indonesia akan dibahas lewat tiga isu besar: air, sejarah, dan gender. Melalui karya-karya yang nantinya akan dihadirkan, Jakarta Biennale 2015 akan menyorot pencapaian warga di tengah kondisi hidup yang kian pelik.

Mengenai hadirnya keempat seniman Aceh di acara yang diadakan ke-16 kali tersebut, kurator Jakarta Biennale asal Aceh Putra Hidayatullah mengungkapkan bahwa keempat seniman muda Aceh ini membawa isunya masing-masing melalui media seni. “Iswadi Basri, Cut Putri Aya sofia, Fuady dan Idrus Bin Harun akan membawa isu kekinian Aceh.” Ujar lelaki yang akrab dipanggil Putra ini.

Menurut Putra, isu yang diangkat Jakarta Biennale kali ini sangat mengena dengan isu yang sering diangkat dalam karya keempat seniman Aceh yang diundang ke Jakarta Biennale kali ini. “Fuady dan Idrus bin Harun akan mengangkat isu sejarah setidaknya dalam tiga dekade ini. Terutama Aceh, bagaimana keberadaannya selama 30 tahun terakhir.

Sementara Iswadi Basri akan mengelola isu tentang air dalam konteks ekonomi dan ekologis melalui medium ungkap senirupa. Nah, Cut Putri Aya Sofia, setelah melakukan riset di Jakarta beberapa waktu, ia akan mengangkat isu kehidupan urban Jakarta dalam lingkup kelurahan Paseban” lanjut Putra.

Sedangkan Fuady Keulayu, seniman dengan karya hikayat panggungnya, akan mengisi acara pembukadengan diiringi biola kesayangannya. Anggota dari Komunitas Kanot Bu Banda Aceh ini mengatakan bahwa ia bersemangat sekali melakukan persiapan dalam acara yang akan diikuti ini. Karena menurutnya kisah-kisah pilu zaman konflik mulai luntur di ingatan generasi sekarang. “kiban han seumangat teuh, nyoe menyangkut masa lalu teuh yang ka hana le ureung tem ingat” ujarnya dalam bahasa Aceh di sela-sela latihan di Bivak Emperom, kantor Komunitas Kanot Bu. [acehmediart]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY