Qanun Jinayah kini Resmi Berlaku di Aceh

483
Sosialisasi terakhir Qanun Jinayah di Aula Balai Kota Banda Aceh. foto habadaily

Acehraya.co.id – Sosialiasi Qanun Jinayah di Kota Banda Aceh, Kamis 22 Oktober 2015 ditetapkan sebagai hari terakhir masa sosialisasi. Terhitung  mulai Jumat, 23 Oktober 2015 Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat resmi diberlakukan efektif di seantro Aceh.

Demikian disampaikan Kabid Hukum Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Munawar Ali dalam sosialisai terkahir Qanun Jinayat  di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Kamis (22/10/2015). “Banda Aceh menjadi kota terakhir untuk sosialisasi Qanun Jinayat.  Dan, Jumat 23 Oktober 2015 Qanun Jinayat resmi efektif berlaku di seluruh Aceh,” tegasnya.

Terkait adanya protes dari sejumlah pihak dengan melakukan judicial review terhadap payung hukum pelaksanaan Syariat Islam di Aceh ini, Munawar mempersilahkannya. “Bagi mereka yang memprotes silahkan saja, tapi yang jelas qanun ini tidak bersinggungan dengan hukum positif lainnya yang berlaku di Aceh dan juga tidak melanggar HAM,” katanya.

Qanun Jinayah, tambahnya, merupakan amanah Undang Undang Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) yang mengamanatkan Syariat Islam meliputi seluruh aspek, termasuk jinayah. “Jika tidak kita terapkan, malah kita yang melanggar hukum,” jelasnya.

‎Sosialisasi terakhir qanun tersebut di Kota Banda Aceh dengan mengangkat tema “Melalui Sosialisasi Qanun Dinul Islam, Kita Tingkatkan Kesadaran Hukum Syariat di Bumi Serambi Mekkah” dibuka oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin.

Dalam sambutannya, Zainal Arifin mengatakan pihaknya saat ini terus berupaya membenahi dalam segala bidang termasuk Syariat Islam. “Penerapan Syariat Islam harus benar-benar diarahkan untuk melahirkan kesadaran masyarakat untuk mengamalkan Syariat Islam dalam semua aspek kehidupan,” katanya.

Dikatakan, untuk mewujudkan visi Pemerintah Kota Banda Aceh Model Kota Madani, diperlukan upaya-upaya strategis dan langkah-langkah progresif sehingga kualitas pengamalan Syariat Islam di Kota Banda Aceh dapat ditingkatkan. “Kita tentu berharap dengan disahkannya Qanun Jinayat ini, penerapan Syariat Islam di seluruh Aceh semakin maksimal,” harapnya.

Menurutnya, ada tiga variabel penting sehingga penerapan Syariat Islam dapat terwujud sesuai dengan harapan semua pihak. “Pertama, dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk melaksanakan Syariat Islam; kedua, harus adanya political will pemerintah dan peran serta stakeholders; dan ketiga, secara bertahap atau gradualism,” ujarnya Kecik Zainal. Berikut ini isi dari Qanun Jinayah Nomor 6 tahun 2014. [habadaily]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY