Kabut Asap Kembali Selimuti Aceh

477
Peta EarthWindMap http://earth.nullschool.net/

Acehraya.co.id – Setelah beberapa minggu sejak dua pekan terakhir kabut asap hilang dari sebagian wilayah Aceh, mulai Minggu (25/10/2015), kabut asap kembali terlihat di wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe, Banda Aceh dan sekitarnya dengan kondisi yang terparah.

Hasil pantauan Acehraya.co.id dari situs EarthWindMap hot spot (titik api) terparah terjadi di wilayah Palembang, Jambi, Riau dan Palangkaraya.

Saat ini jarak pandang di kota Banda Aceh hanya sekitar 200-400 meter dan sudah masuk dalam tahap bahaya bagi transportasi laut dan udara.

Meskipun kota Banda Aceh dan sekitarnya sempat diguyur hujan mulai pagi tadi, namun kabut asap yang menyelimuti sebagian kawasan Aceh Besar dan kota Banda Aceh masih terlalu tebal bagi masyarakat yang beraktivitas pada transportasi laut seperti nelayan. Sehingga, mereka harus menghentikan aktivitasnya pada hari ini.

Selain itu, BMKG juga memberikan informasi kepada nelayan agar waspada saat melaut dengan kondisi jarak pandang yang sangat terbatas. Jarak pandang yang terbatas ini membuat nelayan harus ekstra hati-hati. Walaupun begitu pihak BMKG tidak berwenang untuk melarang para nelayan melaut.

Saat Acehraya.co.id menghubungi salah seorang warga bernama Magfirah meminta agar pemerintah kota Lhokseumawe membagikan masker kepada seluruh masyarakat.

“Kalau dilihat dari kondisi kabut asap yang terjadi, ini sudah parah. Sudah waktunya pemerintah membagikan masker gratis kepada masyarakat,” ujar Magfirah.

Kabut asap di kawasan Aceh merupakan akibat dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera, antara lain Palembang dan Riau. Kondisi ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. [cb]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY