Gajah liar Mengamuk Ratusan Warga Desa di Aceh Mengungsi

485
Gajah terlihat di semak semak pohon

Acehraya.co.id – Hampir 200 warga asal Desa Rimba Raya Kecamatan Pintu Rim, Bener Meriah, Aceh mengungsi di Kantor Camat Blang Rakal untuk menyelamatkan diri dari amukan gajah.

Gajah-gajah itu masuk ke perkampungan dan merusak rumah dan kebun milik warga, sehingga warga tidak berani kembali ke desa mereka.

“Gajah-gajah liar itu mengelilingi rumah di saat beranjak tidur di malam hari. Saya berharap pemerintah setempat serius menanganinya karena mengganggu ketenteraman,” kata Leha warga Desa Rimba Raya.

Sementara itu, warga lain, Mudi mengatakan amukan gajah membuat warga setempat takut pergi ke kebun, padahal tanaman kopi di kebun milik warga seluas 150 hektar sudah siap dipanen.

“Ada puluhan rumah di tiga dusun juga telah diporak-porandakan dan juga tanaman seperti pohon pisang, kelapa, durian, cokelat dan kopi serta banyak tanaman lainnya yang tumbuh subur di sekitar rumah mereka,” kata Mudi menjelaskan.

Warga yang mengungsi menempati ruangan di Kantor Kecamatan Pintu Rime dan sebuah masjid di jalan lintas Bireun Bener Meriah Km 60.

Camat Pintu Rime Muktar mengatakan amukan gajah liar ini bukan yang pertama kali terjadi.

“Sudah ada tiga korban tewas, dan masyarakat mengungsi karena khawatir akan amukan gajah,”kata Muktar menjelaskan.

Muktar mengaku telah menghubungi BKSDA Banda Aceh untuk menggiring gajah liar kembali ke hutan.

Konflik gajah dan manusia di Aceh ini sering kali terjadi akibat hutan yang menjadi habitat gajah telah beralih menjadi kebun atau permukiman penduduk. [bbcindonesia]

Dusunnya Dikuasai Gajah, Warga Pilih Mengungsi

Dusun Sejahtera di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh sejak Selasa (27/10/2015) malam ditinggalkan penghuninya.

Sebanyak 45 kepala keluarga atau sekitar 135 jiwa memilih mengungsi ke ibu kota kecamatan karena dusun mereka dikuasai gajah sejak dua pekan terakhir.

Relawan RAPI Bener Meriah, Zul Abri kepada Serambi, Selasa (27/10/2015) malam melaporkan pihaknya bersama Camat Pintu Rime Gayo Drs Mukhtar dan unsur muspika telah mengevakuasi seluruh warga karena mereka semakin takut dengan gangguan gajah.

Menurut Zul, Dusun Sejahtera merupakan salah satu dusun di Desa Rimba Raya yang berjarak sekitar 16 kilometer dari ibu kota kecamatan di Blangrakal atau satu kilometer dari pinggiran Jalan Nasional Bireuen-Takengon.

Kawasan tersebut berbatasan dengan aliran Krueng Peusangan.

Gangguan gajah di kawasan tersebut sudah berulang kali terjadi dan yang terakhir terjadi sejak dua pekan lalu.

Masyarakat sudah melaporkan masalah itu ke pemerintah dengan harapan segera diturunkan tim BKSDA.

“Karena bantuan tak kunjung datang sementara gajah semakin banyak bahkan sudah berkeliaran ke pinggiran rumah, akhirnya masyarakat menghubungi pihak kecamatan meminta agar mereka segera diungsikan,” kata Zul Abri.

Camat Pintu Rime Gayo, Mukhtar merespon permintaan itu dengan mengerahkan lima unit kendaraan roda empat ke Dusun Sejahtera menjemput warganya yang sedang dihantui ketakutan.

Tercatat 26 KK atau sekitar 92 jiwa ditempatkan di aula Kantor Camat Pintu Rime Gayo yang menjadi tempat hunian sementara.

Sedangkan selebihnya masih ‘transit’ sementara di rumah-rumah kerabat yang berdekatan dengan Dusun Sejahtera karena hari ini mereka harus kembali lagi mengurus barang-barang dan ternak yang ditinggalkan.

Pihak BPBD Bener Meriah tadi malam mengerahkan mobil lapangan sekaligus memasok logistik untuk kepentingan pengungsi yang lari dari serbuan gajah. [tribunnews]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY