Mesir: Pesawat A321 Jatuh Bukan Karena Ditembak ISIS

399
Pesawat Metrojet Kolavia Airbus A321 (Foto: Kim Philipp/REUTERS)

Acehraya.co.id – Pejabat senior di Komite Penerbangan Interstate Rusia (MAK) menyebut bahwa pesawat Airbus 321 yang jatuh di Mesir patah saat berada di udara.

Hal itu menyebabkan kecelakaan maut yang menewaskan tujuh awak dan 217 penumpang di pesawat milik maskapai asal Rusia, Kogalymavia.

“Disintegrasi itu terjadi di udara dan fragmen patahan menyebar di area yang luas,” kata Kepala MAK, Viktor Sorochenko yang dilansir kantor berita RIA-Novosti di Kairo, seperti dikutip dari AFPMinggu (1/11/2015).

Meski begitu, Sorochenko mengatakan bahwa “terlalu awal untuk membuat kesimpulan” mengenai penyebab kecelakaan.

MAK merupakan badan yang menginvestigasi kecelakaan pesawat tersebut. Adapun Sorochenko ditunjuk Pemerintah Rusia untuk memimpin sejumlah ahli kecelakaan udara melakukan penyelidikan di Mesir.

Penyelidikan internasional dimulai dengan mencari tahu alasan pesawat turun dan mengurangi ketinggian.

Pejabat Kementerian Darurat Rusia pun menyatakan, pihaknya menyusuri area seluas 16 kilometer persegi di kawasan terpencil di Semenanjung Sinai, tempat jatuhnya pesawat, sebagai bagian dari investigasi.

Hingga saat ini, kotak hitam pesawat itu telah ditemukan dan masih dianalisis.

Pesawat dengan nomor registrasi KGL-9268 itu terbang menuju St Petersburg, Rusia, dari resort wisata Sharm El-Sheik, Sabtu (31/10/2015).

Mesir: Pesawat A321 Jatuh Bukan karena Ditembak ISIS

Penyelidikan tentang penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Sinai yang menewaskan 224 orang tengah berlangsung.

Perdana Menteri Mesir menyatakan kendala teknis menjadi kemungkinan terbesar penyebab kecelakaan tersebut. Dia membantah klaim yang menyatakan kelompok militan ISIS bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat.

Meski begitu, tiga maskapai – Emirates, Air France, dan Lufthansa – memutuskan untuk tidak terbang di atas Semenanjung Sinai sampai ada kejelasan.

Kotak hitam pesawat sudah ditemukan dan dikirim untuk analisis, menurut pejabat.

Airbus A-321 milik maskapai Kogalymavia jatuh pada Sabtu (31/10) sesaat setelah meninggalkan resor Sharm el-Sheikh menuju St Petersburg, Rusia.

Menteri transportasi udara Mesir Hossam Kamal mengatakan tidak ada tanda-tanda masalah pada pesawat.

Dia membantah laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa pilot meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.

Di Rusia, istri dari kopilot pesawat menyampaikan bahwa suaminya pernah mengeluh tentang kondisi pesawat.

Pada stasiun televisi pemerintah NTV, Natalya Trukhacheva mengatakan anak perempuan mereka menelepon Sergei Trukachev sebelum pesawat meninggalkan Sharm el-Sheikh.

“Dia mengeluhkan kondisi teknis pesawat yang sangat tidak memadai,” ujarnya.

Klaim ISIS

Di Sinai, lokasi aktifnya kelompok jihad, kelompok militan yang terkait dengan ISIS mengklaim di media sosial bahwa mereka menembak jatuh pesawat KGL9268.

Namun Perdana Menteri Mesir Sharif Ismail membantah klaim tersebut. Menurutnya, para pakar sudah menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi karena ketinggian pesawat saat terbang.

Menteri Transportasi Rusia Maksim Sokolov mengatakan pada kantor berita Interfax bahwa “laporan seperti itu tak bisa dianggap serius”. Belum ada bukti yang mengindikasikan bahwa pesawat jadi sasaran, katanya.

Kementerian penerbangan sipil Mesir menyatakan pesawat berada dalam ketinggian 9.450 meter saat hilang.

Menurut pengamat keamanan, pesawat dalam ketinggian tersebut sudah berada di luar jangkauan roket Manpad yang dimiliki kebanyakan militan di Sinai.

Meski begitu, maskapai Jerman Lufthansa akan menghindari terbang di atas semenanjung Sinai “sepanjang penyebab kecelakaan hari ini belum diketahui”. Pada Sabtu malam, Air France-KLM dan Emirates pun mengatakan mereka akan mengikuti langkah tersebut. [kompas]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY