Hari Aksara Internasional ke 50, Aceh Targetkan Tahun 2017 Bebas Dari Buta Aksara

557
SERAHKAN PIALA: Sekda Aceh Dermawan menyerahkan piala bergilir kepada Wakil Walikota Subulussalam Salmaza selaku tuan rumah peringatan HAI ke-50 tingkat Aceh di Lapangan Sadakata, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Senin (9/11). (foto: Analisa/sudirman)

Acehraya.co.id – Pada pembukaan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 50 se-Aceh di Subulussalam, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs Dermawan, MM yang membacakan teks pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayan RI mengajak semua pihak untuk menuntaskan buta aksara.

Pemerintah membuka diri dan siap bekerja sama dengan seluruh komponen bangsa untuk melepaskan putra dan putri Aceh dari buta aksara (buta huruf-red), Senin (9/11).

Kadisdik Aceh Drs. Hasanuddin Darjo, MM kepada media ini di selal-sela kegiatan pembukaan HAI ke 50 mengatakan, untuk tahun 2015 terjadi penurunan tajam jumlah buta aksara di Aceh dibanding tahun lalu.

Jika dilihat besaran angka pada pada tahun 2014 terdapat 2.5 persen jumlah warga Aceh buta aksara, namun pada tahun ini angkanya hanya 1, 75 persen seluruh Aceh, ini artinya krisis buta aksara di Aceh terus mengecil dari tahun ketahun, sebut Hasanuddin Darjo.

“Di dampingi Wakil Walikota Subulussalam Salmaza Kadisdik Aceh Hasanuddin Darjo menambahkan, bahwa Dinas Pendidikan Aceh menargetkan pada tahun 2017 nanti Aceh benar – benar terbebas dari buta aksara”, ujarnya.

Sementara Mendikbud dalam amanatnya yang di bacakan Sekda Aceh, menjelaskan, pada tahun 2010 dengan jumlah penduduk usia 15-59 terdapat 95,21 persen penduduk Aceh yang melek aksara atau juga disebut dengan melek huruf (kemampuan membaca dan menulis-red).

Empat tahun berikutnya, pada tahun 2014, angka tersebut meningkat menjadi 96,3 persen. Ini sebuah pencapaian positif untuk memenuhi target deklarasi tentang pendidikan di Indonesia yang ternyata mampu menurunkan separuh penduduk tuna aksara menjadi lima persen pada tahun 2015.

Pemerintah Aceh berharap, peringatan HAI di Kota Subulussalam dapat merangsang masyarakat di “Bumi Sadakata” ini untuk menuntaskan buta aksara di daerah ini. Karena, kegiatan ini merupakan penghargaan dari Pemerintah Aceh yang menunjukkan Subulussalam sebagai tuan rumah. Kegiatan ini digilir setiap tahun di kabupaten/kota yang ada di Aceh, ujar Dermawan. [suaramerdeka.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY