10 Tahun Aceh Damai, Diperingati 15 November

396

Acehraya.co.id – Pemerintah Aceh akan merayakan puncak peringatan sepuluh tahun Aceh damai pada 15 November 2015 di Taman Ratu Safiatuddin (Tarasa) Lampriek, Bandar Baru, Banda Aceh. Sebanyak 12 dari 34 duta besar negara-negara sahabat yang diundang sudah mengonfirmasikan kedatangannya dalam acara ini. Termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry.

Rangkaian peringatan ini dimulai pada 13 November malam, ditandai dengan pembukaan Seminar Internasional 10 Tahun Aceh Damai yang akan dihadiri oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. “Seminarnya dibuka di Anjong Mon Mata Banda Aceh, sedangkan acaranya berlangsung di Hotel Hermes Palace pada 14 Oktober,” kata Wakil Ketua Panitia Peringatan Sepuluh Tahun MoU Helsinki, Maimun Ramli SHI SE kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (2/11) pagi.

Maimun yang juga Ketua Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A) menyebutkan, seminar itu, antara lain, akan dihadiri Martti Ahtisaari (mediator perundingan RI dan GAM di Helsinki), Pieter Feith (mantan head of Aceh Monitoring Mission), John Kerry (Menlu AS), Dr Hamid Awaluddin (Ketua Juru Runding Pemerintah RI di Helsinki), Malik Mahmud A-Haythar (Ketua Juru Runding GAM di Helsinki, sekarang Wali Nanggroe Aceh), T Kumar (Executive Director Amnesty International), dan David Gorman dari Henry Dunant Centre for Humanitarian Dialogue.

Juga akan hadir Prof Irwan Abdullah (Guru Besar Program Pascasarjana UGM Yogyakarta), Prof Dr Ryass Rasyid (pakar otonomi daerah), Dr Sofyan Djalil (Kepala Bappenas), Menteri Pendidikan Dasar, Menengah, dan Kebudayaan Dr Anies Baswedan, ilmuwan Aceh di Jakarta, Dr Fachry Ali dan Dr Rizal Sukma, serta Dr KH Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Gontor).

Untuk terselenggaranya puncak peringatan 10 tahun Aceh damai itu dengan optimal, kata Maimun Ramli, saat ini Taman Ratu Safiatuddin sedang dibenahi. Apalagi akan banyak tamu asing yang hadir.

Dia sebutkan bahwa peringatan MoU Helsinki tahun ini juga ditandai dengan pembacaan syair perdamaian serta pemilihan duta perdamaian Aceh. “Kita di Aceh selama ini punya duta wisata, duta bahasa, duta kopi, dan duta antinarkoba. Tapi kita belum punya duta perdamaian. Maka tahun ini akan dipilih duta perdamaian, setelah diseleksi atas usulan kabupaten/kota,” kata Maimun Ramli.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY