Jet Tempur Prancis Serang Basis ISIS di Suriah

562
F-22 Raptor. ©2015 REUTERS/Wolfgang Rattay

Acehraya.co.id – Jet tempur Prancis kembali menyerang basis kelompok Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Serangan ini terjadi pada Minggu (15/11), bersamaan dengan penyelidikan polisi mengenai teror di Paris yang terjadi pada Jumat pekan lalu.

Serangan ini diduga dilakukan untuk membalas teror yang terjadi dua hari sebelumnya. ISIS sendiri telah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dianggap sebagai perang oleh Presiden Prancis Francois Hollande.

Dilansir dari CNN, Paris menargetkan serangan udara di pusat komando dan perekrutan serta basis penyimpanan amunisi kelompok teror itu. ISIS mengklaim Raqqa sebagai ibukota yang disebut khalifah.

“Penyerangan kita lakukan di pusat komando ISIS. Di sana merupakan pusat perekrutan, basis penyimpanan amunisi, dan kemah pelatihan untuk kelompok teror itu,” kata penasihat menteri pertahanan Prancis, Mickael Soria.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror ini. Klaim ISIS dibenarkan Presiden Francois Hollande yang segera menggelar jumpa pers di Istana Elycee pada Sabtu pagi waktu setempat.

“Kejahatan keji tadi malam dilakukan oleh pasukan jihadis ISIS untuk melawan Prancis,” ujarnya seperti dilansir AFP.

“Kejahatan ini dirancang dan dikendalikan dari luar negeri,” imbuh Hollande. Presiden Prancis mengatakan akan melawan organisasi manapun yang berani menyerang Tanah Air mereka.

Prancis terlibat operasi militer Koalisi Barat menggempur markas militan di Suriah sejak akhir September lalu. Jet-jet tempur Negeri Anggur menyasar gudang logistik ISIS di wilayah utara.

Sebelumnya dilaporkan, serangan teror terjadi beruntun di tujuh lokasi terpisah, di kawasan timur Ibu Kota Paris. Bom meledak di Stadion Stade de France, dua bar dilempari granat dan ditembaki, satu restoran diberondong senapan mesin. Penyerangan paling parah terjadi di Gedung Konser Bataclan yang dipenuhi lebih dari 1.000 anak muda. Sejauh ini delapan pelaku tewas, tujuh meledakkan dirinya sebelum ditangkap polisi Paris. [merdeka]