Vladimir Putin : Urusan Tuhan Memaafkan Teroris, Tugas Saya Menghabisi

501
Presiden Rusia Vladimir Putin. (AFP)

“Untuk memaafkan teroris itu terserah Tuhan. Soal mengirim para teroris itu ke hadapan-Nya adalah urusan saya” – Vladimir Vladimirovich Putin

Acehraya.co.id – Akun twitter pembawa acara Stasiun Televisi Russian Times, Remi Maalouf, mencuitkan pernyataan Presiden Vladimir Putin yang mengancam para teroris. Pemimpin Rusia ini bersumpah akan balas dendam, setelah hasil investigasi tim independen memastikan pesawat maskapai Kogalymavia jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, dipicu ledakan bom.

Saat jumpa pers di Ibu Kota Moskow awal pekan ini, Putin berjanji mengerahkan sumber daya intelijen dan militer Rusia mengejar para pelaku pemboman pesawat Kogalymavia.

“Untuk memaafkan teroris itu terserah Tuhan. Soal mengirim para teroris itu ke hadapan-Nya adalah urusan saya,” kata sang presiden, seperti dilansir surat kabar the Strait Times, Rabu (18/11).

Pemutakhiran data pada Kamis (19/11) pukul 16.20 oleh redaksi:

Penyiar Russian Today, Remi Maalouf, lewat akun Twitternya meminta maaf telah menyebar kutipan Presiden Vladimir Putin yang tidak akurat. Kutipan itu mengesankan Putin mengancam teroris, khususnya ISIS, bak aktor film laga.

“Inilah bahayanya jejaring sosial! Saya mengambil kutipan Putin dari sebuah posting di Facebook, dan ternyata palsu. Saya mohon maaf,” tulis Maalouf dalam kicauannya di Twitter (18/11), seperti dikutip the Huffington Post.

Kalimat itu ternyata mirip dengan dialog dalam film Hollywood ‘Man on Fire’, khususnya yang diucapkan karakter dibintangi Denzel Washington. Cuitan kontroversial ini telah dihapus oleh Maalouf.

Sisa kutipan dalam artikel ini telah diverifikasi ulang dan dipastikan memang berasal dari Putin.

***

Insiden jatuhnya pesawat komersial di Sinai lalu menewaskan 224 penumpang dan kru. Militan ISIS cabang Mesir mengaku bertanggung jawab. Presiden Putin berjanji akan menemukan para pelaku peledakan.

“Kami akan mengejar (para teroris), ke manapun mereka bersembunyi. Kami akan mencari mereka ke seluruh penjuru dunia dan menghukum para pelaku,” imbuh politikus bekas intel KGB itu.

Selain itu, Rusia mengecam serangan ISIS ke Paris pekan lalu. Putin mengatakan pihaknya siap memberi bantuan apapun kepada Prancis untuk menggempur markas ISIS di Suriah. “Saat ini sangat penting bagi kami menjalin kontak langsung dengan Prancis, bekerja bersama mereka sebagai sekutu,” ujarnya kemarin.

Beberapa jam setelah berpidato, jet tempur Rusia langsung ikut menggempur Kota Raqqa, basis militan ISIS, di utara Suriah. Negeri Beruang Merah menambah 37 unit jet tempur untuk menghabisi pejuang khilafah Islamiyah. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY