Pemerintah Didesak Tanam Kembali Pohon Bersejarah di Masjid Baiturrahman

619
Perjalanan dari masa ke masa pohon Geulumpang (Pohon Kohler) di Halaman Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Acehraya.co.id – Penebangan pohon bersejarah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, menimbulkan polemik. Pemerintah Aceh didesak menanam pohon serupa di lokasi yang sama, kemudian membangun museum di lokasi tertembaknya pemimpin pasukan Belanda, Mayor Jenderal JHR Kohler itu.

“Museum tersebut akan menjadi monumen sebagai bukti besarnya semangat jihad rakyat Aceh dalam melawan penjajahan Belanda. Monumen itu nantinya akan menjadi penyemangat generasi Aceh dalam menata masa depan yang lebih baik,” ujar Ketua Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), Mizuar Mahdi.

Sementara pohon yang ditebang di Masjidi Raya Baiturrahman sendiri berjenis geulumpang (Sterculia foetida). Itu ditebang karena terkena proyek perluasan masjid, sehingga harus ditanam kembali dengan jenis serupa sebagai bukti sejarah.

Penebangan Kohler Boom atau Pohon Kohler di depan masjid tersebut terjadi pada 19 November 2015. Hal tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena keberadaannya dianggap sakral.

Mizuar ikut menyesalkan sikap pekerja proyek perluasan masjid yang menebang pohon bersejarah itu. “Penebangan pohon tersebut hal yang sulit diterima oleh akal sehat,” tuturnya.

Pohon geulumpang merupakan lokasi tewasnya Mayjen Kohler dalam peperangan sengit di Masjid Baiturrahman pada 14 April 1873. Belanda menamakan pohon geulumpang itu sebagai Kohler Boom, untuk mengenang kematian sang jenderal.

Seiring waktu pohon tersebut mati, kemudian ditanam lagi dengan jenis serupa pada 1988 oleh Gubernur Aceh almarhum Ibrahim Hasan. Lalu ditanam lagi, terus mati lagi karena ditebang. [salman mardira/ okezone.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY