Jokowi Akan Sampaikan Masalah Lahan Gambut di Pertemuan COP21 di Paris

392
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi bekas kebakaran lahan di Desa Sakakajang, Kecamatan Jaburen Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (24/9/2015). TRIBUNNEWS/CAHYO/BIRO PERS

Acehraya.co.id – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tahun ini diperparah oleh el nino. Presiden Jokowi akan menjelaskan masalah ini kepada para pemimpin dunia pada agenda COP21 yang akan berlangsung di Paris, Prancis.

“Jadi kelanjutan dari KTT G20, APEC, ASEAN, dalam setiap pertemuan dengan pemimpin-pemimpin tinggi dunia, Presiden selalu dan Indonesia selalu menyapaikan posisi berkaitan dengan kebakaran lahan gambut. Karena kebakaran lahan gambut ini bukan hanya menjadi persoalan Indonesia, sekarang ini sudah menjadi persoalan dunia,” tutur Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2015).

Dalam kesempatan di pertemuan COP21 pada 30 November-1 Desember mendatang, Jokowi akan menjabarkan mengenai kondisi lahan gambut di Indonesia. Sudah seharusnya hutan Indonesia kembali menjadi paru-paru dunia.

Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers (Bagus Prihantoro/detikcom)
Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers (Bagus Prihantoro/detikcom)

Tetapi ketika ada proses kemarau panjang, el nino, kita disalahkan, termasuk negara tetangga yang sedang berupaya di dalam forum dunia untuk memojokkan Indonesia. Nah, mereka menikmati ketika jadi paru-paru dunia, mereka tidak bertanggungjawab ketika sedang kebakar gambutnya,” papar Pramono.

Pemerintah Indonesia berharap negara-negara lain juga ikut memberikan solusi. Sehingga kejadian serupa tak terus berulang setiap tahunnya.

“Bukan semata-mata hanya menyalahkan kemudian ketika kita sedang tidak ada apa-apa, hutan kita itu dianggap sebagai paru-paru dunia. Karena kan yang dianggap paru-paru dunia itu 2, Indonesia dan Brasil,” kata Seskab. [detikcom]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY