Ini Tempat Nongkrong Seru di Kafe Seni !

769
Area Belakang Pop Art. KOMPAS.COM/ERSIANTY PEGINUSA WARDHANI

Acehraya.co.id – Visual makanan yang menarik selalu menjadi daya tarik pecinta kuliner. Namun di kafe ini, selain menu-menu makanannya yang nikmat, tempat ini memanjakan mata pengunjung melalui interior yang dipajang di setiap sudut ruangnya.

“Melihat kafe-kafe lain lebih mementingkan makanan, sehubunganbase kita di sini, lalu  kita timbul ide, karya-karya pop art ini kita bisa isi dengan tema desain interiornya. Selain itu, untuk menarik  pengunjung dengan suasana yang lain. Sekarang kan lagi marak-maraknya remaja foto selfie di media sosial. Jadi, biar mereka nyaman di sini kita branding dengan pop art ini,” jelas Netyy Sofiarin selaku Manajer Pop Art, Senin (23/11/2015).

Netty juga menceritakan perbedaan kafe ini dengan yang lain, yakni di sini lebih menonjolkan interior dengan tujuan menarik para tamu.

“Kita ingin memberikan tempat yang nyaman dan kesan yang berbeda. Selain itu juga ingin memperkenalkan tamu kalau pop art ini tekniknya dari Indonesia. Jadi, sekaligus ikut mempopulerkan biar lebih dikenal,” katanya.

Itock Soekarso, owner Pop Art. KOMPAS.COM/ERSIANTY PEGINUSA WARDHANI
Itock Soekarso, owner Pop Art. KOMPAS.COM/ERSIANTY PEGINUSA WARDHANI

Ada dua area di tempat ini, yaitu area depan yang pop artnya hasil belajar anak kursus. Kebetulan angkatan terahir ini hasil akhirnya pameran di kafe.

“Jadi, Sabtu dan Minggu ada tutorial gratis, kalau ada yang tertarik bisa mendaftar, kemudian ikut gelombang kelas pop art. Kalau area belakang sebagian dari karya waktu kita ikut Java Jazz,” sambungnya.

Kafe yang berdiri 2 tahun lebih 3 bulan ini, tepatnya bulan Agustus, sudah mengalami pahit getirnya menjalankan bisnis resto. Sejak awal mula bukanya tempat tersebut, hanya bisa dihitung jari, sampai pada akhirnya pengunjung silih berganti berdatangan.

Itock Soekarso selaku Owner pop art, bercerita kepada KompasTravelkalau kehadiran pengunjung dibantu oleh aktifnya di media sosial, dan juga teman media dari koran, majalah, maupun online yang meliput tempatnya.

Cakwe Udang Mayonaise, Cakwe dengan Penyajian yang Berbeda. Kompas.com/Ersianty Peginusa Wardhani
Cakwe Udang Mayonaise, Cakwe dengan Penyajian yang Berbeda. Kompas.com/Ersianty Peginusa Wardhani

Menargetkan anak remaja, Itock juga menyesuaikan menu-menu yang disediakan. Seperti makanan yang harus dicoba ada Cakwe Udang Mayonaise. Penyajian cakwe yang berbeda seperti biasanya, cakwe tersebut ditambahkan terigu udang di atasnya yang dilumuri mayonaise.

Selain menu yang disesuaikan dengan target pengunjung, harga yang ditawarkan kafe yang berlokasi di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, ini pun juga menyesuaikan kantong remaja pada umumnya. Harga menu yang ditawarkan berkisar Rp 8.000 sampai Rp 30.000. [kompascom]