Kebiasaan Nonton Film Action, Buat Kamu Jadi Pembohong

385
Ilustrasi nonton film action @google.com

Acehraya.co.id – Seberapa sering Anda melihat kekerasan pada kehidupan sehari-hari? Baik melalui televisi, internet, maupun media sosial, kekerasan saat ini telah menyebar di mana-mana baik melalui tindakan atau kata-kata. Kekerasan yang sering muncul seperti pada fil action ternyata dapat berpengaruh terhadap perilaku dan membuat Anda cenderung menjadi pembohong.

Dilansir dari Eureka Alert, sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Business Ethics menemukan bahwa terbiasa melihat kekerasan dapat berakibat pada perilaku curang dan suka bohong terutama untuk keuntungan pribadi. Salah satu sumber dari tindakan kekerasan ini adalah pada acara TV atau film yang ditonton sehari-hari.

Penelitian ini dilakukan oleh profesor Josh Gubler dan David Wood pada sekitar seribu orang partisipan melalui beberapa eksperimen yang dilakukan. Pada eksperimen pertama, setengah partisipan diberikan sebuah teks yang berisi kata-kata kotor dan kasar dan diminta untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat di situ. Sedangkan setengah sisanya diberi teks yang tidak berisikan kata-kata kotor. Dari hasil percobaan tersebut diketahui bahwa 24 persen dari partisipan yang mendapat teks berisi kata-kata kotor cenderung untuk berbuat curang.

Pada eksperimen yang lain, partisipan diberi sebuah potongan film. Terdapat dua film yang digunakan untuk eksperimen tersebut. Yang pertama hanya berisi layar biru dan sebuah suara yang menyertainya, sedangkan pada film kedua terdapat adegan dan dialog yang berisi kekerasan. Partisipan pada penelitian tersebut diminta untuk menonton seluruh isi video tersebut. Dari percobaan itu diketahui bahwa partisipan yang menonton video berisi kekerasan cenderung untuk berbohong ketika diberi pertanyaan mengenai potongan film tersebut.

Wood mengatakan bahwa pada saat ini seluruh industri berisi hal-hal yang mengandung kekerasan. Sebagian besar kekerasan tersebut terdapat melalui video game, film, buku, dan bahkan media sosial yang digunakan oleh orang sehari-hari. Besarnya pengaruh kekerasan terhadap perilaku seseorang ini merupakan sebuah tanda bahaya tentang adanya perilaku-perilaku kekerasan tersebut. [merdeka]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY