Monolog “Cut Nyak Dien” Awali Puncak Kongres Peradaban Aceh

759
Artis Sha Ine Febriyanti beraksi di atas panggung saat tampil dalam pementasan monolog 'Cut Nyak Dien' di Balairung Universitas PGRI Semarang, Jateng, Selasa (18/8) malam. Dalam memerankan sosok perempuan pejuang asal Aceh itu, Ine menunjukkan karakter Cut Nyak Dien sebagai wanita yang kuat tanpa melupakan perannya sebagai seorang ibu dan istri. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/

Acehraya.co.id – Monolong “Cut Nyak Dien” dengan peran tunggal artis Ine Febrianti, mengawali pelaksanaan puncak Kongres Peradaban Aceh yang digelar Selasa 8 Desember 2015, pukul 20.00 WIB-22.00 WIB di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh.

Ketua Panitia Kongres Ahmad Farhan Hamid ketika ditemui selepas rapat panitia di Lampaseh Kota, minggu 6 Desember 2015 malam mengatakan, pementasan Monolog Ine Febrianti adalah awal dari rangkaian puncak acara, dan Rabu malam Menteri Pendidikan Anies Rasyid Baswedan, P,hd, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Ketua Panitia dan beberapa panitia yang membuka pelaksanaan kongres dengan penabuhan rapa’i bersama.

“Acara Monolog Ine Febrianti Pada Selasa malam. Rabu dan Kamis itu pelaksanaan Kongres,” Kata mantan Wakil Ketua MPR-RI tersebut.

Dijelaskan Farhan, pelaksanaan puncak acara Kongres peradaban Aceh akan diikuti 400 peserta yang berkompeten dari berbagai tempat, termasuk dari luar negeri. Sedangkan untuk keterwakilan 13 bahasa yang di Aceh akan mendatangkan ahlinya dari masing-masing kabupaten kota.

“Kita harapkan puncak acara ini akan memberi pencerahan baru soal bahasa-bahasa di Aceh, termasuk memperkuat rencana penerbitan kamus bahasa daerah di Aceh,” ujarnya.

Puncak Pelaksanaan Kongres Peradapan Aceh digelar pada Desember 2015 sesuai dengan keputusan bersama peserta Pra Kongres KPA yang digelar September 2015 lalu di Hotel Grand Nanggoe banda Aceh. [acehtrend]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY