Film Dokumenter Karya Anak Aceh Menang di Festival Film Tingkat Nasional

641
(flickr/filmpelajar)

Acehraya.co.id – Film pelajar produksi Aceh Documentary melalui program Aceh Documentary Junior, masuk sebagai film nominasi Festival Film Dokumenter (FFD) 2015 kategori Film Dokumenter Pelajar, dari 5 Film Nominasi 3 diantaranya adalah film produksi Aceh Documentary, yaitu Selimut Panas, Sang Penari dan Sang Kolektor Muda, dua film dari daerah lain dengan judul: Korban Bendung Mengganti dan Penyadap Pulut, ke-5 filim tersebut pada 12 Desember 2015 akan di pilih salah satunya adalah kategori Film Dokumenter Pelajar Terbaik FFD 2015.

Adapun film Sang Kolektor juga barusan mendapatkan pengumuman 2 kategori yaitu Film Terfavorit dan Film Terbaik II di Festival Film Pelajar Yogjakarta (FFPJ) 2015. dan Film Aceh Documentary Junior dengan judul : Selimut Panas masuk nominasi Anti Coruption Film Festival (acffest) bersama film Aceh Special Projeck Aceh Documentary dengan judul ” Dibalik Dunia Mining”. Dua sutradara film tersebut akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri dan menyaksikan penentuan Film Terbaik, mudah-mudahan film mereka bisa terpilih menjadi Film Terbaik di acara yang diselenggarakan oleh KPK tersebut.

Ini suatu perkembangan yang luar biasa terhadap film Aceh. Insan perfilman di Aceh harus terus mendukung dan berbagi pengalaman agar film karya anak Aceh bisa lebih baik lagi dan mampu masuk sampai ke berbagai Festival International.

Aceh Documentary terus melakukan terobosan dan cara-cara baru dalam mendidik adek-adek dan masyarakat untuk mencintai film, karena film bisa membantu kita untuk bersatu dalam mengenalkan ke-dunia luar, kita harus terus mendidik orang-orang untuk membuat film dan nilai nilai Islam yang melekat dalam kehidupan sehari hari kita harus kita perlihatkan keluar daerah dan luar negeri, bahwa inilah Aceh yang tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai Islam.

Aceh Documentary telah melakukan terobosan baru baik di internal untuk bisa melahirkan sesuatu yang baru terhadap perfilman di Aceh. Beberapa hari ini, kita telah melakukan perubahan struktur kepengurusan.

Sejak tahun 2014 kita telah berubah menjadi Yayasan Aceh Documentary dengan Program Aceh Documentary Competition, Aceh Documentary Junior dan Aceh Documentary Forum, dan sekarang kita ingin mengaktifkan yayasan ini, walau dengan pola volunteer dan menunjukkan Saudara Jamaluddin Phonna untuk memimpin kita dalam menghidupkan film di Aceh, agar edukasi dan melahirkan sutradara film dokumenter terus berjalan sampai kapanpun, khususnya Film Dokumenter.

Karya karya Aneuk Nanggroe yang sudah mampu mengenalkan Aceh dari sisi kreativitas, harus di dukung oleh pemerintah dengan nenyediakan ruang-ruang penutaran secara gratis. Karena selama ini ruang-ruang itu merupakan salah satu kendala bagi komunitas film di Aceh dalam memperlihatkan hasil karyanya.

Aceh documentary juga selalu berharap kepada abang-abang, kakak agar tidak pernah bosan untuk terus memberikan dukungan moril, arahan dan berbagi pengalaman kepada kami. Kami akan selalu berusaha melahirkan sutradara-sutradara muda Aceh, selama kami kemampuan selama 3 tahun baru mampu melahirkan 35 lebih Film Dokumenter dan 30 lebih Sutradara yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Aceh. [rilis]

Sang Penari
Sang Penari

Selimut Panas

Sang Kolector Muda
Sang Kolector Muda

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY