Pencarian Korban Banjir dan Longsor di Aceh Selatan Dihentikan

938

Acehraya.co.id – Tim SAR dan BPBD Aceh Selatan mengakhiri proses pencarian seorang korban terseret arus banjir dan longsor di Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan.

Korban bernama Rahmat hilang saat banjir dan longsor menerjang kawasan ini, akhir pekan lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, mengatakan sesuai prosedur upaya pencarian dilakukan tiga hari dan Rahmat hingga saat ini masih belum ditemukan.

“Proses pencarian akan diakhiri besok dan ini sudah seusai dengan prosedur yang ada, kami juga berharap keluarga mengikhlaskan kepergian korban,” jelas Erwiandi, Rabu (16/12/2015).

Banjir di Kabupaten Aceh Selatan ini menyebabkan dua warga meninggal dunia, masing-masing Maskur (58) warga Desa Cacang Kecamatan Labuhan Haji Barat dan Rahmat, warga Kecamatan Kluet Timur.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Aceh Singkil belum kunjung surut, walau intensitas hujan sudah menurun bahkan berhenti.

Genangan air bertahan karena pengaruh naik pasang air laut.

Kepala BPBD Kabupaten Aceh Singkil, Sulaiman, menyatakan tidak ada lagi aktivitas belajar mengajar di sekolah sejak banjir menerjang.

“Kalau proses belajar mengajar memang sudah berhenti, dan sudah masuk musim liburan, namun biasanya ada kegiatan ektra kurikuler yang dilakukan siswa sambil menunggu bagi rapor, tapi bagi rapor dipercepat dan sekolahpun langsung diliburkan setelah ujian semester,” tambah Sulaiman.

Lima Kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil. BPBD membangun dua dapur umum bagi korban banjir di Aceh Singkil, masing-masing di Desa Ujung Bawang dan Desa Sukamakmur. [Daspriani Y Zamzami/kompas.com]

1.500 TNI Dikerahkan Tangani Banjir Aceh

Kodam Iskandar Muda mengerahkan 1.500 prajurit TNI untuk membantu penanganan banjir yang terjadi di Provinsi Aceh dalam sepekan terakhir.

“Mereka sudah disebar di berbagai titik-titik banjir untuk membantu penanganan darurat,” kata Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Kolonel Inf Machfud di Banda Aceh, Rabu (16/12/2015).

Daerah tersebut di antaranya Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, dan Kecamatan Tangse, Pidie.

Daerah itu diterjang banjir dalam sepekan terakhir akibat tingginya curah hujan di Aceh. Puluhan ribu rumah terendam, sejumlah lahan pertanian, dan infrasrtuktur ikut rusak.

Menurutnya, prajurit dikerahkan untuk membantu mengevakuasi masyarakat, membuka dapur umum di lokasi pengungsian, serta memberi penanganan pasca-banjir seperti membersihkan sisa-sisa sampah terutama di fasilitas umum seperti sekolah.

“Kita juga buka posko pelayanan kesehatan di beberapa titik banjir, lengkap dengan dokter TNI,” ujarnya.

Terkait dengan krisis air bersih yang menimpa ribuan warga Meukek, Aceh Selatan pasca-banjir, Machfud mengatakan, TNI bersama pemerintah kabupaten setempat sedang berupaya menangani.

Kapendam menambahkan, bantuan penanganan diberikan TNI bagian dari tanggap darurat bencana. Prajurit yang dikerahkan berasal dari jajaran Kodam IM.

“Tanggap darurat ini dilakukan sampai masyarakat bisa beraktivitas secara optimal,” ujarnya. [Salman Mardira/ Okezone.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY