Komisi I DPRA Setujui Aceh Raya

377
Ketua Harian Percepatan Pembentukan Kabupaten Aceh Raya Anwar Ahmad, Sekretaris Panitia T Hafid Hasan bersama Ketua Komisi I DPRA Abdullah Saleh dan anggota Komisi I DPRA Azhari Cagee, saat sedang audiensi tentang pembentukan Kabupaten Aceh Raya, di DPRA, Rabu (16/12). SERAMBI/ SUBUR DANI

Acehraya.co.id – Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Aceh, Rabu (16/12) beraudiensi dengan Komisi I DPRA di Ruang Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRA. Anggota dewan yang hadir dalam pertemuan itu menyetujui pembentukan kabupaten baru hasil pemekaran dari Aceh Besar tersebut.

Persetujuan itu disampaikan secara begiliran oleh anggota Komisi I DPRA setelah mendengar semua penjelasan persiapan pemekaran yang disampaikan Ketua Panitia Tim Pemekaran Aceh Raya, Anwar Ahmad.

Bardan Sahidi misalnya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyatakan, pembentukan daerah otonomi baru atau pemekaran adalah sebuah keniscayaan, karena pertumbuhan penduduk dan untuk mempermudah layanan administratif.

“Secara yuridis, historis, geografis, dan akademis, Aceh Raya layak direkomendasikan. Tujuannya, untuk percepatan pembangunan, rentang kendali, dan optimalisasi pemanfaatan SDA dan SDM yang selama ini belum diberdayakan dengan baik. Ini akan kami usulkan ke paripurna istimewa,” kata Bardan.

Hal senada juga dikemukakan Azhari Cagee. Menurutnya, pemekaran setiap daerah bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dan menumbuhkembangkan ekonomi warga. “Pendapat kami, pembentukan Aceh Raya ini sudah sangat pantas, tidak ada masalah lagi. Kalau kami di Komisi I DPRA sudah sangat sepakat,” ujar Azhari.

Pertemuan yang dimpimpin Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh itu dihadiri hampir semua anggota komisi tersebut. Dari pihak Panitia Persiapan Kabupaten Aceh Raya, selain Anwar Ahmad juga hadir Sekretaris Panitia, T Hafid Hasan, dan belasan anggota tim lainnya. Pertemuan tersebut berlangsung hampir dua jam.

Sementara Anwar Ahmad mengatakan, jika pembentukan Kabupaten Aceh Raya berhasil, Lhoknga rencananya akan dijadikan ibu kota. “Kita sepakati Lhoknga untuk ibu kota Aceh Raya karena kawasan itu sangat strategis dimana letaknya dekat dengan ibu kota provinsi serta memiliki banyak lahan dan sangat potensial,” kata Anwar dalam pertemuan kemarin.

Dikatakan, saat ini persiapan pembentukan Aceh Raya sudah rampung 95 persen, dimana persyaratan dan kelengkapan administrasi sudah selesai. Hanya saja, menurut Anwar, sekarang pihaknya sedang menunggu SK dari DPRA dan Gubenur Aceh. “Beberapa waktu lalu kita juga sudah serahkan dokumen ke Ketua DPRA, semoga bisa langsung dikaji dan segera diparipurnakan,” harap Ketua PAN Aceh itu.

Ditambahkan, upaya pembentukan Kabupaten Aceh Raya sudah dirintis sejak 1998 oleh tokoh-tokoh di tujuh kecamatan itu. “Kita cukup sabar, di saat daerah lain seperti Aceh Barat dan Aceh Selatan dimekarkan. Tapi, dengan kondisi daerah yang sulit, kita belum juga diizinkan. Karena itu, kita akan terus perjuangkan ini,” pungkas Anwar.

[aceh.tribunnews]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY