Aceh Jaya Operasikan CRU Sampoiniet

1001
Pesona Ulu Masen, Jalan-jalan Asyik bersama Gajah (Ahmad Ariska)

Acehraya.co.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, meresmikan pengoperasian Conservation Respon Unit (CRU) sebagai langkah penanggulangan konflik manusia dengan satwa gajah liar di kawasan itu.

Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman di Calang, Rabu, mengatakan kehadiran CRU tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif menanggulangi konflik manusia dengan satwa dilindungi undang-undang itu.

“Semakin meningkatnya konflik manusia dengan satwa pertanda ini yang perlu dilakukan adalah penyelesaian, maka kehadiran CRU ini sangat penting dan wajib karena sudah menjadi sorotan international,” katanya di sela-sela meresmikan CRU di Gampong Ie Jeureungeh, Mukim Pante Purba, Kecamatan Sampoiniet berjarak sekitar 16 kilometer dari lintas jalan nasional.

Ia mengatakan, pengembangan CRU di kawasan itu difasilitasi oleh perusahaan perkebunan PT Astra Agro Lestari (Tbk) yang memberikan sumbangsih fasilitas untuk bersama-sama mendukung mitigasi konflik satwa gajah dengan manusia teratasi dengan lebih terkoordinasi.

Sementara itu Kepalai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh Genman Suhefti Hasibuan menambahkan, CRU tersebut merupakan embrio dari unit pengelola kawasan perlindungan gajah sumatera yang akan ditetapkan di Aceh.

“CRU adalah alat utama mitigasi konflik satwa dengan manusia, menjadi garda terdepan dalam upaya komprehensif program perlindungan dan pengamanan hutan di tingkat masyarakat,” sebutnya.

Genman menjelaskan, di masa depan satwa gajah kawasan itu akan dilokalisasi di habitat alaminya dalam kawasan perlindungan yang dikelola pengamanan lintas yang menjadi pintu keluar masuk satwa gajah liar dari hutan ke kawasan budi daya.

Selain itu, beberapa individu gajah liar akan dipasangkan kalung GPS Collar untuk memonitor pergerakan kelompok gajah liar, petugas CRU juga dilengkapi dengan gajah jinak untuk patroli, merevitalisasi kearifan budaya, kemudian akan dilengkapi pula dengan budi daya lebah madu karena diyakini dihindari gajah.

Dia menyebutkan, semua pihak harus ikut terlibat dalam upaya mitigasi konflik gajah dan manusia.

“CRU Sampoiniet sudah beroperai di Aceh dan akan segara menyusul di wilayah lain seperti Bener Meriah, Aceh Barat dan Aceh Timur, insyaallah ke depan konflik satwa liar akan segera cepat ditangani,” katanya.

Pada acara tersebut hadir Kasubdit Pengawetan Jenis dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementrian Lingkungan Hidup RI Puja Utama, perwakilan manajemen Group PT Astra Agro Lestari, unsur muspida Aceh Jaya, muspika, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. [Anwar Maga/ Antara]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY