Indonesia Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2018

544
foto: Kemenpora

Acehraya.co.id – Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, perhelatan Akbar ini akan mengambil tempat di Jakarta dan Palembang. Pertanyaannya, peringkat berapa kita nanti di kandang sendiri?

Menjadi tuan rumah Asian Games yang kelasnya sama dengan Olimpiade tentu tidaklah mudah. Tidak hanya infrastruktur yang harus disiapkan untuk menyambut kontingen dari berbagai negara di Asia, tapi Indonesia juga harus mampu unjuk gigi di kancah internasional

Jika menilik sejarahnya, Indonesia pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962. Saat itu, kontingen Merah Putih sukses menduduki posisi dua di Asia. Kebanggaan yang sama tentu diharapkan ratusan juta penduduk Indonesia di Asian Games 2018.

Tapi apakah meraih prestasi terbaik bisa didapatkan hanya dengan menjadi tuan rumah?

Kenyataannya, mencetak atlet yang mampu mengangkat nama Indonesia di pentas internasional bukanlah perkara mudah. Negara yang ingin menjadi digdaya di dunia olahraga harus memiliki suplai atlet yang memadai, tentunya dengan didukung infrastuktur latihan dan pola pembinaan yang mumpuni pula.

Misalnya Belanda, negara yang berada di peringkat 13 pada Olimpiade 2012. Negara Kincir Angin itu memiliki 3,9 juta atlet elit dari total penduduk 17 juta jiwa. Mereka juga memiliki 10 juta atlet amatir, nyaris 60 persen dari total populasi penduduk Belanda.

Namun, 60 persen tingkat partisipasi masyarakat Belanda di dunia olahraga itu, hanya dua per lima yang menghasilkan atlet elit. Hal tersebut memperlihatkan bahwa untuk mendapatkan atlet nomor satu, ada pola pembinaan berbentuk piramida.

Pada prinsipnya, atlet elit dilahirkan (supplied by) dari masyarakat yang terinspirasi (inspired by) dari atlet elit. Terutama mereka yang berhasil menjadi juara dunia. Karena itu, penting memperbesar jumlah atlet amatir untuk menambah jumlah atlet elit di puncak piramida pembinaan.

Jika Indonesia ingin mendapatkan juara dunia baru di bidang bulutangkis, maka lapangan di setiap kelurahan atau RT (Rukun Tetangga) harus terisi oleh masyarakat yang juga bermain bulutangkis. Demikian pula sepak bola yang menjadi olahraga paling digemari masyarakat Indonesia.

Untuk melahirkan pemain yang bisa menyaingi Keisuke Honda atau Shinji Kagawa, maka sekolah sepak bola harus terisi penuh dan anak-anak Indonesia yang rutin mengisi waktu luangnya dengan bermain bola atau futsal.

Olahraga memang mampu membuat nama Indonesia harum di negara lain. Namun, pada hakikatnya olahraga merupakan hak setiap anggota masyarakat. Olahraga membuat manusia bergerak dan melakukan aktivitas fisik. Olahraga juga memberikan kesenangan, kepuasan, serta kegembiraan pada pelakunya.

Mempertahankan tingkat kebugaran juga membantu seseorang mengendalikan perasaan gelisah dan melawan depresi. Karena itulah, olahraga seharusnya menjadi bagian penting setiap individu, bukan hanya untuk atlet di tingkat elit saja. Pejabat pemerintahan, anak-anak, ibu rumah tangga maupun pekerja kantoran, semua berhak memiliki akses untuk bergerak dan berolahraga. Ayo Olahraga! [okezone.com]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY