Dana Untuk Pendidikan Di Aceh Melimpah, Sekolah Ini Tetap Berlantaikan “Kurok-Kurok”

1224
Inilah kondisi sekolah SMP Merdeka yang terletak di Gampong Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur (Dok. Edi Fadhil)

Acehraya.co.id – Aceh merupakan provinsi yang setiap tahun mendapatkan dana otonomi khusus (otsus) dari pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung, sejak 2008-2013, provinsi yang dijuluki Serambi Mekah itu telah mengelola sekitar Rp 27,3 triliun dana otsus. Bahkan jika dihitung hingga 2027, Aceh akan memperoleh dana otsus sebesar Rp 100 triliun.

Dalam dokumen KUA dan PPAS 2015, Pemerintah Aceh baru mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp 1,09 triliun. Ini artinya baru 9,36 persen dari pagu belanja RAPBA 2015 Rp 11,631 triliun. Semestinya dengan pagu anggaran belanja tersebut, dana yang dialokasikan untuk bidang pendidikan adalah sebesar Rp 2,327 triliun.

Ternyata dengan dana yang melimpah di Aceh saat ini, masih ada sekolah di pedalaman Aceh yang masih berlantaikan tanah lengkap dengan “kurok-kurok”, seperti yang terjadi di SMP Merdeka, Gampong Tampur Paloh Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur. Hal ini justeru bertentangan dengan program Pemerintahan ZIKIR, yaitu peningkatan mutu pendidikan Aceh.

Kondisi SMP Merdeka yang berlantaikan tanah lengkap dengan "kurok-kurok". Sekolah ini terletak di Gampong Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur (Dok. Edi Fadhil)
Kondisi SMP Merdeka yang berlantaikan tanah lengkap dengan “kurok-kurok”. Sekolah ini terletak di Gampong Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur (Dok. Edi Fadhil)
Edi Fadhil saat berada SMP Merdeka yang terletak di Gampong Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur (Dok. Edi Fadhil)
Edi Fadhil saat berada SMP Merdeka yang terletak di Gampong Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur (Dok. Edi Fadhil)

Ialah Edi Fadhil salah satu pemuda Aceh yang bergerak dalam bidang kemanusiaan dan pendidikan di provinsi Aceh. hebatnya, beliau bekerja secara manual dan sendiri. Tanpa embel-embel lembaga, tanpa embel-embel politik. Semuanya, dilakukan sepenuh hati dan oleh dirinya sendiri.

Simak liputan Edi Fadhil yang mencoba menembus rimba Aceh Timur untuk melihat langsung proses belajar mengajar yang terjadi di SMP Merdeka, Gampong Tamput Paloh Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Baca Selengkapnya

Sekilas Tentang SMP Merdeka di Aceh Timur

SMP Swasta Merdeka berdiri sejak tahun 2007 dan merupakan SMP Pertama di Kecamatan Simpang Jernih terletak di Gampong Tampur Paloh yang dibangun oleh masyarakat untuk menjawab kebutuhan mereka akan nasib putra-putrinya yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya keluar dari Kecamatan Simpang Jernih.

Gampong Tampur Paloh merupakan salah satu dari delapan Gampong di wilayah Kecamatan Simpang Jernih yang letaknya terpisah dari Gampong lainnya. Gampong ini termasuk Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur di Idi Rayeuk sekitar 156 KM dengan waktu tempuh sekitar 9 jam karena sekitar 5-6 jam harus menggunakan moda transportasi air berupa boat kecil menyusuri sungai Tamiang ke arah hulu. Jumlah penduduk 445 jiwa yang terbagi dalam 116 KK yang mayoritas beretnis Gayo dengan mata pencaharian bertani, mencari ikan di sungai dan mencari hasil hutan.

Kehadiran SMP Swasta Merdeka telah memotivasi masyarakat untuk menyekolahkan anak, bahkan lebih jauh telah membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan dan 6 orang dari 9 Alumni Pertama SMP Swasta Merdeka telah meluluskan pendidikan mereka ditingkat SLTA yang menambah jumlah lulusan SLTA di Desa tersebut yang sebelumnya tidak sampai 10 orang setelah Indonesia Merdeka. Dengan demikian keberadaan SMP Swasta Merdeka telah menjadi akselerator pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. [AF]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY