Kedubes Saudi Diserang, Uni Emirat Arab Panggil Dubes Iran

391
Para demonstran menyerang Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran pada Sabtu (2/1) dalam rangka unjuk rasa protes atas eksekusi mati Saudi terhadap seorang ulama Syiah, Nim al-Nimr. (Reuters/Raheb Homavandi/TIMA)

Acehraya.co.id – Uni Emirat Arab memanggil Duta Besar Iran untuk negaranya, Mohammed Reza Fayyad, setelah mendengar kabar mengenai penyerangan terhadap dua kantor diplomatik Arab Saudi di Teheran pada akhir pekan lalu.

Para demonstran menyerang Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran pada Minggu (2/1) dalam rangka unjuk rasa protes atas eksekusi mati Saudi terhadap seorang ulama Syiah, Nimr al-Nimr. Ia dieksekusi bersama 46 terpidana terorisme lainnya.

Massa mencoba merangsek masuk gedung, menghancurkan furnitur dan memantik api, sebelum akhirnya berhasil dibubarkan polisi.

Protes serupa terjadi di kantor Konsulat Saudi di Kota Mashhad. Saudi kemudian langsung memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran.

“Aksi ini merupakan pelanggaran terhadap berbagai piagam dan norma internasional,” ujar Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab seperti dilansir media pemerintah, Emirates News Agency, dikutip dariAl-Arabiya.

UAE lantas memanggil Fayyad dan memberikan nota protes terhadap “intervensi dalam masalah kedaulatan negara persaudaraan dari Kerajaan Arab Saudi.”

Sebelumnya, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menyatakan dukungannya terhadap Saudi dalam memberantas terorisme. Mereka juga melontarkan protes atas campur tangan Iran dalam urusan dalam negeri beberapa negara anggota GCC.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengingatkan Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, bahwa ketegangan antara Teheran dan Riyadh dapat menghambat upaya pencarian solusi politik untuk mengatasi krisis di Suriah.

Menurut peneliti senior dari Universitas Oxford, Toby Matthiesen, ketegangan ini memang dapat menambah runyam skala besar isu di kawasan, dari krisis Suriah hingga Yaman

Iran dan Arab Saudi mendukung kelompok yang bertentangan di Suriah. Sementara itu, Irak juga mendukung kelompok lawan di dalam konflik Yaman, yaitu Houthi.

Pada Maret tahun lalu, Saudi melancarkan operasi militer di Yaman untuk menggempur Houthi, minoritas Syiah yang berhasil mengambil alih istana kepresidenan. Saudi dan beberapa negara Sunni lain menuding bahwa Houthi dipersenjatai dan dibiayai oleh Iran. Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. [cnnindonesia]

Baca Selengkapnya di cnnindonesia.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY