5 Waktu Yang Tepat Berkunjung Ke Aceh

518

Acehraya.co.id – Aceh, adalah salah satu provinsi “tua” di Negara Indonesia ini. Letaknya yang berada di ujung utara pulau Sumatra, membuatnya menjadi semakin special.  Banyak orang yang merasa begitu kenal dengan daerah yang berjuluk sebagai  Serambi Mekkah ini. Akan tetapi, tahukah kalian, kalau untuk berkunjung ke Aceh dibutuhkan waktu-waktu khusus? Salah pilih waktu, maka bisa dipastikan apa yang anda harapkan dari keindahan alam, kota, dan suasana Aceh, semuanya akan membawa kekecewaan.

Percaya tidak percaya, selepas tsunami 2004 lalu, keadaan topoghrafi Aceh berubah pesat. Hal ini sedikit tidak juga telah mempengaruhi siklus cuaca atau musim di Aceh. Saya sendiri, beberapa waktu yang lalu, ketika hendak membawa keluarga menjelajah Pulau Nasi harus menelan kecewa. Pasalnya, sedari pergi, angin musim timur bertiup kencang. Jadilah saya dan keluarga terguncang-guncang hebat di tengah lautan dengan kapal boat kayu nelayan. Belum berhenti sampai di situ, sesampai saya di pulau Nasi, keadaan selalu gerimis dan mendung. Alih-alih ingin menikmati alam, kami hanya bisa menghabiskan waktu di rumah sewa saja.

Jadi, kapan sih waktu yang tepat untuk mengunjungi Aceh?

  1. Ikuti bulan Arab

Dalam budaya Aceh, ada sebuah perhitungan tradisional yang mendasarkan pada bulan-bulan Arab. Sebagian masyarakat Aceh menyebutnya, Keunenong (peng-kenaan/penambalan). Penanggalan ini dibagi tetap dua belas bulan. Hanya saja semuanya ganjil.

Beginilah bila musim tanam padi tiba di aceh
Beginilah bila musim tanam padi tiba di aceh

Misalnya, anda ingin menyaksikan tradisi panen padi di Aceh, atau tradisi Permainan Layang tradisional Aceh, maka anda harus menunggu keunong dua ploh sa-kena dua puluh satu- (21 Ra’jab). Ada juga Keunong Tujoh  yang jatuh pada tanggal 7 bulan Safar. Nah, di bulan ini, jangan berharap akan pesta ataupun khanduri di Aceh. karena, masyarakat Aceh menganggap ini adalah bulan naas.

Bila anda non muslim, ada baiknya anda menghindari bulan ramadhan bila ingin travellilng ke Aceh. Karena di bulan ini, semua warung makan akan tutup total. Buka sesaat menjelang buka puasa, lalu tutup lagi, dan baru buka selepas shalat tarawih.

Begitulah, beberapa bulan arab dari kalender hijriah bisa menjadi patokan anda untuk berkunjung ke Aceh.

  1. Musim Timur Dan Musim Barat

Ada sebuah idiom Aceh yang menjelaskan kedua musim tersebut; Musém timu jak tarék pukat, musém barat jak meuniaga.Yang artinya musim timur (angin timur) lebih baik pergi melaut, musim barat (angin barat) lebih baik untuk berdagang.

Langitnya sedang sendu kalau musim barat di aceh
Langitnya sedang sendu kalau musim barat di aceh

Lalu, apa sih, artinya musem timur dan musem barat tersebut? Musim Timur adalah musim di mana angin bertiup dari arah Timur (darat) ke arah laut. Di musim ini, angin bertiup tidak terlalu kencang. Dan sedikit aman bagi anda yang mencintai island hoping, diving dan snorkeling. Tempat yang paling menarik dikunjungi bila musim angin timur ini adalah Aceh bagian barat. Yaitu mulai dari Banda Aceh sampai Aceh singkil.

Musim barat adalah kebalikan dari musim timur sendiri. Angin yang bertiup dari arah barat (laut) ke arah daratan. Bisa dipastikan angin ini tidak akan bersahabat bagi anda yang mencintai pemandangan laut yang identik dengan hijau toska dan berair tenang. Tapi tunggu dulu, di musim ini, akan menjadi musim yang cocok bagi anda pencinta olahraga surfing. Di musim ini, ombak laut di pesisir barat Aceh akan menunjukkan kekuatannya.

Bahkan di musim angin barat, beberapa pantai yang terletak di sebelah timur akan menjadi andalan para wisatawan. Di musim ini juga, akan sedikit sulit ditemukan ikan segar. Sebagai gantinya, kenapa tidak mencicipi gulai kambing khas ala Aceh?

Musim Timur biasanya berhembus pada bulan April  sampai Juli. Sedangkan Musim Barat biasanya berhembus dari  oktober sampai Januari. Masing-masing per-empat bulan. Jadwal ini memang bisa berubah kapan saja. Terlebih lagi, efek terjangan tsunami begitu mempengaruhi transisi musim angin di Aceh. [hikayatbanda]

Baca Selengkapnya di hikayatbanda.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY