Sambut Earth Hour 2016, Netizen Kicaukan Tagar #EarthHour

501

Acehraya.co.id – Organisasi konservasi dan restorasi lingkungan WWF Indonesia menyatakan warga, pelaku bisnis, dan pemerintah di 32 kota di Indonesia turut berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour 2016. Earth Hour itu sendiri merupakan sebuah kampanye global guna mengajak semua penduduk bumi untuk bersama-sama peduli pada upaya penurunan emisi karbon dioksida yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim.

Utamanya, kampanye Earth Hour mengajak kita semua untuk menghemat energi. Pada tahun ini, Earth Hour akan jatuh pada 19 Maret 2016, dan seluruh peserta akan berpartisipasi secara bersama-sama dengan cara mematikan lampu dan peralatan listrik selama satu jam pada pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat.

“Pada tahun ini, #EarthHour akan jatuh pada tgl 19 Maret 2016, pukul 21.00 Wib. Pastikan sobatEH berpartisipasi”, tulis akun twitter resmi Earth Hour Indonesia (@EHIndonesia).

Pemadaman lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan selama satu jam dalam perayaan Earth Hour merupakan aksi sukarela sebagai simbol komitmen untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Berikut hasil pantauan redaksi Acehinsight.com pada periode 19-23 Februari 2016 lalu di media sosial twitter, mendapati sebanyak 4.279 tweet oleh netizen dunia yang berkicau tentang peringatan Earth Hour 2016, melalui tagar #EarthHour. Terjadi puncak perbincangan pada 23 Februari pukul 10.00 WIB sebanyak 570 tweet.

Perbincangan netizen asal benua Asia nampak mendominasi sebanyak 1.314 kicauan. Sedang dari benua lain masing-masing sebanyak 1.299 tweet berasal dari netizen AS, dan sebanyak 1.236 tweet berasa dari netizen asal benua Eropa. Tercatat pula oleh tim redaksi eveline bahwa netizen Indonesia, menyuarakan 86% dari seluruh kicauan netizen Asia, yakni sebanyak 1.132 tweet.

Berikut salah satu kicauan netizen, yang nampak merupakan wujud partisipasi dan komitmen melalui “ini aksiku” oleh warga Indonesia dalam gerakan Earth Hour. Seperti misal, “Yuk menjadi bagian dari jutaan warga bumi yg berAKSI untuk melawan perubahan iklim #IniAksiku” dituliskan akun @intanarusman.

Tahun 2015 lalu, menurut Communication Officer WWF Indonesia Northern Sumatra Progam Chik Rini, penurunan beban listrik saat Earth Hour berlangsung bisa menjadi salah satu indikator partisipasi masyarakat meski bukan satu-satunya tolak ukur keberhasilan pelaksanaan Earth Hour, bahkan tercatat berlangsung di 172 negara di dunia turut berpartisipasi.

Chik Rini juga pernah mengatakan indikator keberhasilan gerakan Earth Hour Global meliputi tingkat partisipasi publik, terutama dari jumlah negara, jumlah kota, dan komunitas bisnis yang menyatakan ikut serta dan membuktikannya dengan memadamkan lampu. Gerakan itu, menurut dia, juga merupakan perwujudan komitmen #IniAksiku dalam kehidupan masyarakat sehari-hari untuk menyelamatkan planet Bumi dari dampak perubahan iklim.

Earth Hour di Indonesia pertama kali dilakukan di 2009. Tercatat hingga tahun ini kota-kota yang berpartisipasi antara lain Aceh, Padang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Kota-kota seperti Malang, Kota Baru, Sidoarjo, Kediri, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Palu, dan Makassar juga ikut serta.

Kegiatan yang dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Saat itu, 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi. Gerakan ini akhirnya berkembang dari satu kota menjadi 7.000 kota, dan dari satu negara menjadi 172 negara hingga menjadi kampanye lingkungan hidup global terbesar.

Dihimpun dari antaranews.com, dalam perhitungan yang pernah dilakukan sebelumnya, apabila 10 persen penduduk Jakarta berpartisipasi dalam Earth Hour dengan mematikan listrik selama satu jam maka konsumsi listrik bisa dihemat 300 MWh atau setara dengan mematikan satu pembangkit listrik. []

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY